Komitmen Negara Anggota OKI untuk Kemandirian Obat dan Vaksin

22-11-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 2288 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – The First Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from Organization Islamic Cooperation (OIC) Member States yang diselenggarakan selama dua hari, berakhir hari ini, Kamis (22/11). Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito secara resmi menutup pertemuan didampingi oleh OIC Assistant Secretary General for Science & Technology Ambassador M. Naeem Khan dan Direktur Standarisasi Obat dan NAPPZA.

 

Dalam sambutan penutupannya, Kepala BPOM menyampaikan keyakinannya bahwa pertemuan telah mencapai tujuan yang sejalan dengan komitmen global untuk meraih pembangunan berkelanjutan, yaitu untuk memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

 

Pertemuan dilakukan dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mencari dan menghasilkan regulasi yang efektif terkait pengawasan dan produksi obat dan vaksin. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama Kepala Otoritas Regulatori Obat negara anggota OKI yang dituangkan dalam “Deklarasi Jakarta”. Dokumen ini menekankan pentingnya peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan rakyat melalui kemandirian produksi obat dan vaksin, termasuk mendorong inovasi dan pengembangan industri domestik di bidang obat dan vaksin.

 

“Lebih lengkapnya, delegasi yang hadir berkomitmen untuk melakukan pertemuan rutin demi kesinambungan program perkuatan otoritas regulatori obat negara OKI,” ujar Penny K. Lukito. “Selain itu delegasi juga sepakat untuk menyelenggarakan kegiatan capacity building sesuai kebutuhan negara anggota OKI, membuat sistem pendanaan yang memadai dan berkelanjutan, memperkuat aktivitas harmonisasi regulasi obat, serta meningkatkan intensifikasi jejaring dan riset terkait standar obat halal.” tambahnya.

 

Komitmen tersebut dipertegas dengan adanya rencana aksi untuk bekerja sama menemukan solusi umum untuk mencapai tujuan kemandirian obat-obatan dan vaksin, antara lain melalui pembentukan Komite Pengarah dari NMRA OIC, ketentuan dan pengembangan kapasitas pembangunan untuk mendukung penguatan fungsi pengaturan negara-negara anggota yang sistemnya akan mendapat manfaat dari negara-negara dengan otoritas pengatur yang lebih mapan, pembangunan sistem yang efektif untuk memerangi obat-obatan yang tidak memenuhi standar dan obat.

 

Tidak lupa, Kepala BPOM memberi penghormatan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Sekretariat Jenderal OKI, termasuk Duta Besar Naeem Khan semua pembicara dari negara anggota OKI dan organisasi internasional seperti WHO, UNICEF, IDB serta Unit OIC, yaitu SESRIC dan SMIIC. "Kami menantikan untuk bertemu dengan anda lagi pada pertemuan ke-2 Kepala NMRA yang akan diputuskan nanti. Dengan ini pertemuan Pertama dari NMRA OIC resmi ditutup". ujar Kepala BPOM. (HM-Rahardi)

 

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana