Jakarta - Usia ke-21 semakin mengukuhkan Badan POM dalam membangun manusia Indonesia yang berkualitas melalui pengawalan dan pengawasan obat dan makanan aman. Berbagai tantangan pengawasan, termasuk pada situasi sulit pandemi COVID-19 selama 3 tahun terakhir telah dilalui dengan bangga demi kemajuan Indonesia. Capaian perjuangan ini dituangkan dalam perayaan puncak hari ulang tahun ke-21 Badan POM “Bersama BPOM Bangkit Majukan Negeri”, Rabu (16/03/2022).
“Kegiatan hari ini merupakan ungkapan kebanggaan dan kebahagiaan atas capaian perjuangan Badan POM selama 21 tahun menjalankan amanah serta menghadapi berbagai tantangan pengawasan obat dan makanan, termasuk pada masa pandemi COVID-19,” ujar Kepala Badan POM dalam sambutannya. Pengangkatan tema “Bersama BPOM Bangkit Majukan Negeri” merupakan wujud harapan agar dapat terus memupuk semangat untuk bangkit dari pandemi serta terus bersinergi dalam membangun dan memajukan negeri,” tambahnya kembali.
Tahun 2022 menjadi tahun ketiga bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19. Sebagai otoritas regulatori obat dan makanan, Badan POM berusaha melakukan berbagai inovasi strategis dalam hal kebijakan, regulasi, pelayanan publik, pengawasan dan penindakan baik pada jalur offline maupun online, hingga komunikasi, informasi dan edukasi termasuk juga diplomasi internasional untuk mendukung penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.
Badan POM terus melakukan berbagai terobosan sebagai upaya agar Indonesia dapat segera keluar dari pandemi. Percepatan timeline perizinan penggunaan darurat/Emergency Use Authorization (EUA), pengawalan pengembangan obat, vaksin dan obat herbal Indonesia, serta fasilitasi kemudahan berusaha khususnya bagi UMKM pangan, obat tradisional, dan kosmetika terus diupayakan Badan POM.
Komitmen Badan POM dalam membangun dan memajukan negeri dibuktikan dengan pengakuan dari para pemangku kepentingan melalui berbagai penghargaan. Badan POM telah mendapatkan sekurangnya 15 penghargaan dari pemerintah maupun non pemerintah pada beragam area fungsi. Penghargaan tersebut antara lain diberikan untuk inovasi pelayanan publik dan pelayanan publik kategori prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, penerapan Sistem Merit dari Komisi Aparatur Sipil Negara, perlindungan konsumen dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional, dan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dari Ombudsman RI. “Berbagai penghargaan ini tidak hanya membanggakan tetapi juga memotivasi jajaran Badan POM untuk terus berkinerja secara optimal,” tegas Kepala Badan POM.
Tak hanya mendapatkan sejumlah penghargaan, di usianya yang ke-21 Badan POM juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran pegawai, purna bakti pimpinan dan para mitra strategis Badan POM yang memiliki kiprah dan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Badan POM dan penanganan pandemi COVID-19.
Kepala Badan POM menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai yang telah membantu Badan POM sehingga dapat menghadapi berbagai dinamika dan tantangan pengawasan obat dan makanan. Kepala Badan POM juga sangat mengapresiasi dukungan para mitra strategis Badan POM baik sesama sektor pemerintah, pakar, akademisi, asosiasi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Dukungan ini sangat mutlak diperlukan untuk mendukung pengawasan obat dan makanan yang efektif di Indonesia. Kemitraan serta sinergi yang telah terjalin dengan baik, penting untuk membangun negeri, mewujudkan Indonesia sehat, maju, dan sejahtera. (HM-Devi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
