JAKARTA - Sudah 22 tahun BPOM mengabdi dan melaksanakan tugas menjaga obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman, berkhasiat, dan bermutu. Beragam tantangan dilalui melintasi dinamika zaman yang menuntut perubahan. Inovasi terus dihadirkan hingga di usianya yang ke-22 tahun membuat BPOM berhasil menorehkan berbagai capaian dan prestasi. Terutama tiga tahun terakhir saat-saat sulit melalui pandemi COVID-19.
Dalam peringatan Unjuk Kinerja dan Apresiasi BPOM Pada Masa Tiga Tahun Pandemi COVID-19, BPOM menampilkan gelaran Persembahan Simfoni Untukmu Indonesia, Rabu (15/02/2023). Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito tampil memberikan apresiasi dan penghargaan kepada lintas sektor baik dari sektor lembaga, pelaku usaha, maupun perorangan yang berkontribusi dalam membangun kemandirian bangsa di bidang obat dan makanan, termasuk penanganan COVID-19.
"Apresiasi kami sampaikan kepada mitra strategis dan sahabat-sahabat BPOM baik instansi legislatif, Komisi IX DPR RI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi dan pelaku usaha, organisasi masyarakat, maupun media yang telah berkolaborasi, bekerja sama, dan mendukung kerja BPOM melayani dan melindungi negeri ini," jelas Kepala BPOM.
Lebih lanjut, Penny menekankan pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh mitra strategis BPOM agar berkolaborasi menjaga bersama produk obat dan makanan yang beredar di Indonesia. "Integritas dan kredibilitas otoritas obat dan makanan seperti BPOM adalah gambaran kredibilitas dari negeri ini, dari produk-produk obat dan makanan negeri ini. Mari kita jaga bersama," serunya.
Penghargaan diberikan dalam tujuh kategori, yakni Mitra Strategis Penanganan Pandemi COVID-19 dan Pengembangan Kemandirian Vaksin Dalam Negeri, Dukungan Kemitraan Strategis, Pakar yang Mendedikasikan Hidupnya dan Berkontribusi Mendukung Pengawasan Obat dan Makanan, Pakar Yang Memberikan Dedikasi dan Kontribusi Keahliannya Mendukung Kinerja BPOM, Industri Obat dan Makanan, UMKM Khas Indonesia yang Produktif dan Inovatif, serta Kepala BPOM Periode 2001-2016 Atas Dedikasi dan Pengabdian Bagi Kemajuan BPOM.
Sebut saja penghargaan kepada Letjen TNI (Purn) Doni Monardo dan Jenderal TNI Andika Perkasa. Keduanya dinilai sebagai sosok yang berjasa dalam penanganan COVID-19 dan pengembangan kemandirian vaksin dalam negeri. Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mendedikasikan sepenuhnya penghargaan ini untuk seluruh relawan COVID-19 dan tenaga medis yang berjibaku dalam penanganan COVID-19.
Sepanjang 2020 – 2022, BPOM memperoleh 89 penghargaan. Bahkan di tahun 2022 ada 20 penghargaan di bidang pelayanan publik, inovasi, kehumasan, dan manajemen Sumber Daya Manusia. Sebagai wujud nyata komitmen BPOM meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, hari ini BPOM juga meluncurkan sejumlah inovasi kinerja BPOM berbasis digital.
Dalam kesempatan ini, turut menampilkan Expo UMKM Nusantara & Sistem Pengawasan Life Cycle Produk Obat dan Makanan. Expo menyajikan proses bisnis pengawasan obat dan makanan dari hulu ke hilir, mulai dari tahapan riset - pengembangan - piloting - produksi massal - distribusi produk – penjualan, sampai pengawasan dan penindakan.
Menutup perhelatan ini, Kepala BPOM mempersembahkan lagu ciptaannya berjudul Untukmu Indonesia yang diiringi Addie MS bersama Twilite Orchestra. Persembahan Simfoni ”Untukmu Indonesia” adalah refleksi hubungan kerja dan seni.
"Dengan segala gerak kinerja BPOM, kami perlu terus membangun semangat dan energi positif. Karya ini kami dedikasikan untuk perjuangan kita bersama membangun negeri. Tidak ada energi dan motivasi yang lebih kuat selain energi dan niat cinta tanah air dan negara Indonesia," tutup Penny. (HM-Fathan)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
