AMBON - Di Indonesia, angka kematian akibat merokok hingga saat ini sebesar 240.618 kasus per tahunnya atau 659 kematian per-hari. Jumlah tersebut 13 kali lebih besar dari kematian akibat narkoba yang menelan korban 50 orang meninggal dunia per-hari. Kepala Badan POM, Penny K. Lukito berharap agar para siswa dapat menjadi agent of change untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik. Generasi muda sehat tanpa rokok. Jika belum merokok, "Be Smart, Don''''''''t Start". Hal tersebut disampaikan Kepala Badan POM pada seminar bertajuk “Generasi Muda Sehat Berkualitas Tanpa Rokok” yang diselenggarakan Badan POM di salah satu Hotel di Ambon (09/05).
"Generasi muda adalah modal bangsa untuk bersaing di kancah global. Untuk itu pemerintah sangat concern terhadap kualitas kesehatan para generasi muda agar dapat berkompetisi dengan negara lain", Jelas Kepala Badan POM.
Berdasarkan data Asean Tobacco Control Atlas 2016, jumlah perokok di Indonesia adalah yang tertinggi dibanding 9 negara ASEAN lainnya, yaitu mencapai 65.188.338 orang atau 36,3% dari jumlah penduduk Indonesia . Tahun 2030 diperkirakan angka kematian perokok di dunia akan mencapai 10 juta jiwa dan 70% diantaranya berasal dari negara berkembang seperti Indonesia.
Dari data pengawasan yang dilakukan Badan POM tahun 2016 terhadap 85.815 iklan rokok di media cetak, media elektronik, media luar ruang, dan media online, ternyata iklan rokok dapat memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mendorong peningkatan jumlah perokok pemula.
Sebagai upaya mencegah bertambahnya perokok pemula akibat gencarnya iklan yang dipromosikan melalui media, Badan POM menggelar seminar yang diikuti 200 orang peserta perwakilan para siswa SMP dan SMU di kota Ambon. Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Ambon, Zeth Sahuburua didampingi Kepala Badan POM.
Wakil Gubernur Ambon menyampaikan apresiasi kepada Badan POM yang telah memfasilitasi kegiatan ini untuk mengajak para generasi muda khususnya untuk dapat hidup sehat tanpa rokok, karena kesehatan adalah kekayaan terbesar yang kita miliki. "Dengan kesehatan, kualitas SDM di masa yang akan datang meningkat, dan ini adalah modal untuk membangun daerahnya dari ketertinggalan dan dapat berdiri sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia", tegasnya. "Saya berharap Badan POM dapat membangun perwakilannya di setiap kabupaten/kota di provinsi Maluku ini agar lebih memperluas jangkauan cakupan pengawasannya untuk melindungi kesehatan masyarakat", lanjutnya.
Badan POM akan terus meningkatkan sinergi dengan lintas sektor dan pemerintah daerah untuk memperkuat kinerja pengawasan dalam menghadapi tantangan luasnya jangkauan wilayah pengawasan agar mencakup daerah terpencil. HM-Christine
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
