Aksi Nasional Gerakan menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan Bergizi (Aksi Nasional PJAS) telah dicanangkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 31 Januari 2011 sebagai gerakan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi melalui peran serta aktif yang lebih terpadu dari seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah serta pemberdayaan komunitas sekolah.
Salah satu elemen penting dalam kemandirian sekolah adalah komunitas sekolah (Kepala sekolah, guru, siswa, orangtua siswa, pedagang PJAS) yang berpartisipasi aktif dalam mewujudkan program keamanan pangan di sekolah termasuk mensosialisasikan secara aktif pesan keamanan pangan.
Sekolah target intervensi tahun 2023 berasal dari 12 sekolah di Kabupaten Lombok Barat dan 12 Sekolah di Kabuten Lombok Tengah dan tambahan 2 sekolah dari kota Mataram
Adapun sekolah yang berasal dari Kabupaten
Lombok Barat : SDN 1 Gerung Utara, SDN 1 Lingsar, MI Bina Citra Insani, MI Al-Muslimun NW Kebon Kongok, SMPN 1 Lembar, SMPN 1 Labuapi, MTsN 2 Lombok Barat, MTsN 4 Lombok Barat, SMAN 1 Kediri, SMAN 1 Gunung Sari, SMKN 2 Lingsar, dan MA Manba’ul Ulum Dasan Ketujur.
Lombok Tengah : SDN 2 Leneng, SDN 2 Batujai, MIN 3 Lombok Tengah, MI Nurul Iman NW Pagutan Batukliang, SMPN 2 Praya, SMPN 1 Batukliang, MTsN 2 Lombok Tengah, MTs Nurussadatain NW Gonjong Kopang, SMAN 1 Praya Barat Daya, SMAN 1 Praya Timur, SMKN 1 Pujut, MA Sa’adatuddrain Leneng Praya
Kota Mataram: SMAN 6 Mataram, dan SMAN 9 Mataram.
Peserta Bimbingan Teknis dari masing-masing sekolah sebanyak 2 orang yang terdiri dari Kepala sekolah/guru pembina kantin/komite sekolah
Intervensi yang dilakukan kader antara lain: sosialisasi keamanan pangan terhadap siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun secara terpisah, parenting class untuk orang tua siswa tentang keamanan pangan, repost/share infografis/informasi keamanan pangan dari media sosial Badan POM maupun Klubpompi dan lain-lain, Kader melaksanakan evaluasi pemahaman siswa dan orang tua setelah diberikan sosialisasi melalui pre dan post test, dan menyusun pembuatan kebijakan pengawasan keamanan pangan sekolah.
Kegiatan bimbingan teknis ini dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Mataram ibu Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada seluruh peserta dapat secara aktif mengikuti bimtek keamanan pangan dengan sebaik-baiknya dan dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dari seluruh narasumber pada hari ini.
Dengan Bimtek Kader Keamanan Pangan ini diharapkan dapat mencetak kader keamanan pangan sekolah untuk melakukan pengawasan keamanan pangan dan penyebaran pesan keamanan pangan pada komunitas sekolah.
Selanjutnya Kader diharapkan dapat melakukaan intrvensi secara mandiri kepada komunitas sekolah (siswa dan orang tua/komite) dan melakukan penyusunan dokumen rencana aksi keamanan pangan sekolah
Mengingat semakin maraknya penyalahgunaan narkoba dan obat-obat tertentu di wilayah NTB, pada kegiatan ini juga disampaikan materi tambahan terkait informasi tentang penyalahgunaan obat-obat tertentu. Diharapkan guru/komunitas sekolah dapat memberikan sosialisasi lebih lanjut kepada anak didik untuk membentengi diri dari penyalahgunaan obat, yang dapat merusak masa depan mereka. Mari kita wujudkan Obat dan Makanan aman, untuk generasi muda berkualitas dan masa depan bangsa.
