Jakarta – Mengangkat tema “Bersama Mendukung Produksi dan Konsumsi Obat dan Makanan yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan”, Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan (Pusakom) BPOM menyelenggarakan Webinar Obat dan Makanan Ramah Lingkungan Tahun 2023, Senin (26/06/2023). Webinar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Keamanan Pangan Sedunia. Webinar ini membahas regulasi dan kebijakan terkait lingkungan yang relevan dengan obat dan makanan, mengingat isu lingkungan hidup saat ini merupakan isu yang menjadi sorotan utama di tingkat global.
“Selain memastikan produk obat dan makanan aman, efektif, dan berkualitas untuk dapat dikonsumsi masyarakat, BPOM juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dampak lingkungan dari produksi dan konsumsi produk obat dan makanan tersebut.” Demikian diungkapkan Sekretaris Utama BPOM, Rita Mahyona, saat memberikan sambutan pada pembukaan webinar.
Lebih lanjut, Rita Mahyona mengungkapkan bahwa BPOM akan melakukan pengawasan secara komprehensif dan sistemik agar limbah obat dan makanan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. “Semua pihak dapat berkontribusi positif dalam gerakan global untuk menjaga kelestarian alam,” ajaknya kepada peserta webinar.
Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Manajemen Sumber Daya Air, Firdaus Ali, yang hadir memberikan keynote speech menyampaikan apresiasinya kepada BPOM. “Apresiasi kepada BPOM yang telah menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Ini menunjukkan besarnya perhatian BPOM terhadap lingkungan hidup,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Firdaus Ali memaparkan beberapa hal yang dapat dilakukan berkaitan dengan produksi obat dan makanan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. Hal tersebut antara lain penggunaan bahan baku berkelanjutan, konsumsi air dan pengolahan limbah yang bijak, fasilitas produksi yang memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP), inovasi berbasis penelitian dan pengembangan, kemasan aman dan ramah lingkungan, serta edukasi kepada konsumen.
“BPOM memiliki peran strategis dalam produksi obat dan makanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan ini,” ujar Firdaus Ali. “Peran tersebut berkaitan dengan pengaturan standar dan kebijakan, peningkatan strategi dan metode pengawasan, peningkatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia, fasilitas dukungan seperti laboratorium, serta sinergi dan kerja sama lintas entitas,” jelasnya lebih lanjut.
Webinar ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang hadir secara luring di Hotel Margo Depok dan secara daring melalui zoom meeting. Peserta berasal dari perwakilan unit kerja pusat dan unit pelaksana teknis BPOM, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia.
Selain perwakilan KLHK dan BRIN, Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif; perwakilan Institut Teknologi Bandung; perwakilan PT Kalbe Farma; dan perwakilan Pusakom juga hadir sebagai narasumber. Sejalan dengan Sekretaris Utama BPOM, para narasumber juga mengajak peserta untuk mengambil peran aktif dalam mendukung obat dan makanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (HM-Nelly)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
