Kota Pasuruan Sambut Antusias Program Keamanan Pangan Terpadu

30-05-2023 Surabaya Dilihat 210 kali

Keamanan Pangan merupakan hak masyarakat dan pemenuhannya dijamin oleh negara. BBPOM Surabaya sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan POM pada tahun 2023 ini melaksanakan Program Keamanan Pangan Terpadu seperti tahun tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 ini target Kabupaten/Kota yang akan diintervensi dengan Program Keamanan Pangan Terpadu adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sampang, Kota Kediri, Kabupaten Jombang dan Kota Pasuruan. Pada tanggal 16 Mei 2023, Kapala BBPOM Surabaya, Dra. Trikoranti Mustikawati, Apt dan Tim BBPOM Surabaya melakukan audiensi kepada Pemerintah Kota Pasuruan dan diterima langsung oleh Bapak Walikota Pasuruan, Drs. K.H. Saifullah Yusuf, yang didampingi oleh beberapa Kepala OPD antara lain Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Bagian Pemerintahan.

 

Kepala BBPOM Surabaya menyampaikan bahwa tahun ini Kota Pasuruan akan mendapatkan intervensi Keamanan Pangan Terpadu yang terdiri dari Desa Pangan Aman, Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Konsep Program Keamanan Pangan Terpadu ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mandiri dalam menyediakan, mengawasi dan mengedukasi komunitasnya tentang pangan yang aman, bermutu dan sesuai dengan kebutuhan. Lokus yang akan diintervensi yang pertama adalah desa dengan masyarakat yang terbagi dalam berbagai komunitas misalnya ibu rumah tangga, remaja, retail, warung, industri rumah tangga pangan, sekolah/pesantren. Lokus yang kedua adalah pasar yang merupakan tempat transaksi ekonomi terjadi dengan produk pangan sebagai komoditi utama yang terdiri dari pangan segar, produk curah dan pangan olahan siap saji maupun terkemas. Pasar merupakan sumber bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pangan sehari hari. Program Keamanan Pangan Terpadu yang salah satu lokusnya adalah pasar mempunyai tujuan agar pasar hanya menyediakan pangan yang aman dan bermutu sesuai dengan kaidah yang diatur dalam UU Pangan dan PP tentang Keamanan Pangan bahwa pangan yang aman adalah yang bebas dari cemaran mikrobiologi, kimia dan fisik. Lokus yang ketiga adalah sekolah yang merupakan tempat dimana anak anak menghabiskan sebagian besar waktunya dan mendapatkan asupan gizi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu sekolah merupakan target penting Program Keamanan Pangan Terpadu Badan POM.

 

Walikota Pasuruan menyambut dengan sangat antusias pelaksanaan Program Keamanan Pangan Terpadu yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 di Kota Pasuruan. Bapak Walikota menyatakan keprihatinan bahwa sekarang ini kita takut dan berpikir ulang jika ingin mengkonsumsi makanan minuman yang dijual di pinggir jalan atau di sekolah sekolah. Bapak Walikota juga berharap BBPOM Surabaya membantu melakukan pengawasan kepada para PKL yang berjualan di daerah daerah tujuan wisata atau tempat berkumpulnya masyarakat misalnya di alun alun.

Menyambut baik permintaan Bapak Walikota, BBPOM Surabaya menyampaikan bahwa ada inovasi baru BBPOM Surabaya yaitu Jatim Truly atau Jawa Timur Trusted Culinary yang pada prinsipnya adalah pembinaan dan sosialisasi tentang keamanan pangan yang diikuti dengan stikerisasi untuk para PKL (Pedagang Kreatif Lapangan). Ini merupakan salah satu bentuk penjaminan keamanan pangan beredar yang dilakukan oleh Badan POM. Keamanan Pangan merupakan tanggung jawab bersama.

 

Kontributor : Yuli Ekowati

Tim Penyusun Materi Website dan Media Sosial

BBPOM di Surabaya

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana