PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KIE BERSAMA TOKOH MASYARAKAT DI BUKITTINGGI DAN BASO (AGAM)

13-06-2023 Padang Dilihat 548 kali

BUKITTINGGI-AGAM.Galamai,- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang menggelar kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bersama Tokoh Masyarakat Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama yang bertemapt di lokasi berbeda, Aula rumah dinas Walikota Bukittinggi, Kamis (8/6) dan Auditorium IPDN Kampus Sumatera Barat, Kecamatan Baso, Kab. Agam (10/6)

Kegiatan ini diikuti oleh 500 orang peserta yang berasa dari berbagai lapisan masyarakat, diantaranya tokoh masyarakat, pemuda, bundo kanduang dan lainnya yang berasal dari Kota Bukittinggi dan Kab. Agam. Kepala Balai Besar POM di Padang, Abdul Rahim dalam sambutannya menjelaskan bahwa sosialisasi bersama Anggota komisi IX DPR RI yang merupakan Mitra Kerja Badan POM menjadi salah satu upaya BBPOM di Padang dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam mengawasi produk obat dan makanan.

"Sistem pengawasan Obat dan Makanan yang diselenggarakan oleh Badan POM melaksanakan pengawasan pre-market dan post-market," ujarnya dalam sambutan.

Pengawasan pre-market yang merupakan pengawasan produk sebelum memperoleh nomor izin edar dan akhirnya dapat diproduksi dan diedarkan kepada konsumen. Selanjutnya, Badan POM juga melakukan pengawasan setelah beredar (post-market control), sampling, pengujian laboratorium, serta penegakan hukum di bidang pengawasan obat dan makanan.

Selanjutnya anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama menghimbau masyarakat agar selektif membeli produk di pasaran karena adanya dugaan produk ilegal dan berbahaya banyak dijual bebas. Pada saat ini perkembangan teknologi semakin meningkat dan memudahkan masyarakat dalam berbelanja, terutama belanja online. Sehingga  membuat masyarakat konsumtif dan gampang tergiur dengan godaan iklan terutama peredaran obat, jamu (obat tradisional), makanan, dan kosmetik. Masyarakat dituntut lebih cerdas dan teliti dalam mengenali keamanan produk.

Pemaparan materi selanjutnya disampaikan oleh Kepala Loka POM di Kota Payakumbuh, Iswadi menyebutkan bahwa Badan POM merupakan lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya Badan POM didukung Unit Pelaksana Teknis (UPT). Wilayah kerja Loka POM di Kota Payakumbuh meliputi Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Agam.

Iswadi mengajak masyarakat untuk cermat sebelum membeli dan mengonsumsi produk dengan melakukan Cek KLIK terlebih dahulu. Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari obat dan makanan yang berbahaya dan atau tidak memenuhi syarat. Konsumen mempunyai kendali penuh untuk memperhatikan obat dan makanan yang beredar, khususnya di pusat perbelanjaan yang memiliki banyak konter ritel. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan terbentuknya interaksi aktif antara peserta dan narasumber terkait keamanan obat dan makanan (LGF)

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana