Penguatan Kepemimpinan Dalam Nilai Kebangsaan dan Kemaritiman, Dukung Pengawasan Obat dan Makanan

25-07-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 685 kali

Jakarta – BPOM menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi dalam upaya meningkatkan wawasan kebangsaan dan bahari bagi jajaran BPOM, khususnya bagi pegawai yang bertugas di wilayah kerja dengan cakupan perairan. Kegiatan tersebut adalah Pelatihan Supervisory Development Programme (SDP) dan Management Development Programme (MDP) Tahun 2023 yang mengusung tema “Penguatan kepemimpinan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemaritiman untuk mendukung peredaran dan pengawasan obat dan makanan di nusantara”.

Kegiatan pelatihan ini dibuka dengan pelaksanaan upacara pembukaan yang bertempat di Lapangan Apel Kolat Koarmada RI pada Senin (24/07/2023). Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito bertindak sebagai Inspektur Upacara yang memimpin jalannya upacara tersebut.

Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan posisi supra-stategis dalam persimpangan jalur perdagangan dunia, sektor kelautan dan perikanan Indonesia menjadi potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan dalam perekonomian nasional. Besarnya potensi ini juga menjadi salah satu tantangan bagi BPOM dalam melakukan pengawasan obat dan makanan, terutama di wilayah pesisir Indonesia.

“Kondisi geografis yang kita miliki menjadi potensi dan basis visi mewujudkan Indonesia Emas poros maritim dunia pada 2045. Visi tersebut dicapai melalui strategi kekuatan maritim yang kokoh dan ekonomi maritim yang tumbuh pesat,” tutur Kepala BPOM saat menyampaikan sambutannya.

Pelatihan SDP/MDP ini bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL). Pelaksanaan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani antara Kepala BPOM dengan Kepala Staf TNI AL tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan pada 28 September 2018 dan perjanjian kerja sama antara BPOM dan TNI AL tentang Optimalisasi Pengawasan Obat dan Makanan serta Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Maritim pada 4 Juli 2023.

Dalam pelatihan ini, peserta menjalani 2 hari pelatihan secara online terkait dengan SDP/MDP yang telah berlangsung pada 20-21 Juli 2023. Materi SDP yang diperoleh antara lain prinsip komunikasi risiko, pemanfaatan artificial intelligence, manajemen kerja secara efektif, dan essential project management. Sementara, materi yang terkait dengan MDP antara lain communicating with impact, ethics in artificial intelligence, serta strategic business orientation and execution. Setelahnya, dilanjutkan dengan 8 hari pembelajaran klasikal offline dengan materi pembelajaran dari TNI AL tentang wawasan kebangsaan dan kebaharian.

Dengan wilayah kerja yang sangat luas, BPOM tidak dapat bekerja sendiri. Kejahatan obat dan makanan juga sering disalahgunakan melalui jalur laut. Penegakan hukum kejahatan obat dan makanan melalui jalur maritim memerlukan sinergi lintas sektor yang kuat. Maka dari itu, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta terkait nilai-nilai kebangsaan dan pengembangan potensi bahari dalam peredaran dan pengawasan obat dan makanan dengan baik di wilayah maritim Indonesia dilaksanakan pelatihan SDP/MDP. Pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman konsep wawasan kebangsaan, kebaharian, serta pengembangan potensi bahari yang terkait dalam peredaran dan pengawasan obat dan makanan.

“Kemitraan BPOM dan TNI AL sangat penting. Tidak hanya peningkatan perlindungan masyarakat dari obat dan makanan berisiko, tetapi juga untuk mewujudkan praktik berusaha yang adil,” pungkas Kepala BPOM. (HM-Rasyad)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana