YOGYAKARTA. Siapapun pasti ingin kondisi tubunnya sehat, akan tetapi adakalanya kesehatan bisa terganggu. Saat kesehatan bermasalah, yang diperlukan adalah obat baik melalui resep dokter maupun swakelola atau pengobatan mandiri. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang benar terkait pembelian dan penggunaan obat.
Hari Selasa (13/6) dilaksanakan kegiatan penyebaran informasi dengan mengundang pelaku usaha, lintas sektor, organisasi masyarakat dan masyarakat umum. Pelaksanaan penyebaran informasi berlangsung selama setengah hari di Aula BBPOM di Yogyakarta. Acara dibuka oleh Plt Kepala BBPOM di Yogyakarta, Ani Fatimah Isfarjanti yang menyampaikan bahwa obat atau sering disebut produk terapetik merupakan produk farmasi yang sangat besar artinya bagi Kesehatan. Promosi produk yang berlebih melalui berbagai media termasuk jejaring sosial yang disertai dengan testimoni yang berlebihan akan sangat mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Masyarakat perlu ditingkatkan pengetahuan dan awarenessnya terhadap produk obat agar dapat membentengi diri dari penggunaan produk obat yang tidak memenuhi syarat keamanan, khasiat dan mutu yang beisiko terhadap kesehatan.
Penyebaran informasi ini bertujuan untuk mengenalkan penggolongan obat, efek narkoba, resistensi antimikroba, serta dagusibu yang merupakan singkatan dari Dapatkan-Gunakan-Simpan dan Buang obat dengan benar. Obat sejatinya adalah RACUN yang tertakar, di tangan yang salah atau pada waktu yang tidak semestinya, obat yang paling terkontrol kualitasnya pun, masih dapat berganti wajah dari penyelamat jiwa menjadi pengancam jiwa. Etty Rusmawati selaku PFM Ahli Madya menyampaikan materi Memilih Obat Aman. Beberapa pertanyaan diajukan, antara lain terkait BOD (Batas Obat Dipakai), sebagai sesuatu pengetahuan baru yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta.
Materi kedua yang disampaikan, terkait Standar Pelayanan Publik. Pemberian materi ini bertujuan agar peserta penyebaran informasi paham akan layanan yang diberikan BBPOM di Yogyakarta, serta mengetahui 6 service delivery yang ada pada masing-masing layanan. Kegiatan berjalan lancar dengan diikuti diskusi yang menarik antara peserta dengan narasumber. Diharapkan ilmu terkait Obat Aman ini juga dapat ditularkan kepada orang-orang terdekat di lingkungan peserta yang hadir.
BBPOM di Yogyakarta
