Vaksinasi Massal Vaksin Merah Putih Dimulai

31-05-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 3028 kali

Bogor - Hari ini, Selasa (30/05/2023), program vaksinasi massal menggunakan Vaksin Inavac alias Vaksin Merah Putih dimulai. Peluncuran vaksinasi massal tersebut dilaksanakan di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Kegiatan vaksinasi massal pertama ini diikuti oleh sekitar 430 peserta dengan menggunakan Vaksin Inavac untuk indikasi sebagai vaksin primer maupun vaksin booster. Turut hadir menyaksikan peluncuran vaksinasi pada hari ini adalah Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito; Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Sidarto Danusubroto; juga Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga, Fedik Abdul Rantam. 

Kepala BPOM yang langsung menyaksikan vaksinasi tersebut menyatakan kebanggaannya atas vaksin buatan Indonesia tersebut. “Saya sangat bangga atas pencapaian ini. Vaksin Inavac menjadi tonggak menuju kemandirian vaksin nasional,” ujar Kepala BPOM. 

“Ini suatu pencapaian dari bangsa kita, dengan kita menghasilkan vaksin hasil dari para peneliti Indonesia dan dikembangkan oleh industri baru farmasi Indonesia yang ikut menambah jumlah industri farmasi dalam negeri. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, BPOM,” lanjutnya. 

Vaksin Inavac merupakan vaksin COVID-19 yang dikembangkan di dalam negeri dengan platform inactivated oleh peneliti Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia (PT Biotis). BPOM telah mengawal pengembangan Vaksin Inavac mulai dari pelaksanaan uji non-klinik pada hewan hingga uji klinik pada manusia, termasuk memberikan masukan desain penelitian uji klinik mulai dari fase 1, 2, dan 3. 

BPOM juga melakukan asistensi regulatori penyiapan fasilitas produksi dalam rangka pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). BPOM mendampingi PT Biotis untuk pemenuhan aspek CPOB yang tidak mudah. Upaya pemenuhan ini layak diapresiasi karena merupakan hasil ketekunan dan keikhlasan jajaran PT Biotis yang terus berusaha mematuhi seluruh standar yang ada.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Sidarto Danusubroto yang ikut menyaksikan langsung kegiatan hari ini menyatakan bahwa Vaksin Inavac merupakan hasil kerja sama pemerintah dengan swasta untuk kemajuan industri farmasi dalam negeri dan mengurangi impor yang selama ini menguras devisa. “Kita harus mengembangkan vaksin produksi dalam negeri supaya kita bisa memberdayakan anak bangsa, juga kemampuan kita untuk membangun imunitas. Jangan sampai kita selalu tergantung kepada impor yang menguras devisa," tukasnya. 

Direktur Utama PT Biotis, FX Sudirman, menyebut kehadiran Vaksin Inavac tak lepas dari pendampingan dan dukungan dari BPOM. “Vaksin ini dikerjakan dan dikembangkan dengan kecintaan Untuk itu, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala BPOM dan jajaran atas dukungannya terhadap Vaksin Inavac. Vaksin ini 100% karya anak bangsa Indonesia,” jelasnya. 

Hal tersebut juga disampaikan oleh Ketua Tim Peneliti Vaksin Inavac, Fedik Abdul Rantam, yang menyebut bahwa keberhasilan Vaksin Inavac merupakan bentuk komitmen dari BPOM yang mendukung para peneliti dalam mengembangkan vaksin produksi dalam negeri. "Semoga penemuan ini berguna bagi masyarakat Indonesia dan dunia," harapnya. 

Pemerintah sangat mendukung setiap upaya pengembangan vaksin di dalam negeri dan akan melakukan pengawalan untuk memastikan standar dan persyaratan dipenuhi, sesuai tugas dan fungsinya sebagai otoritas regulatori di bidang obat. Tidak hanya untuk vaksin COVID-19, tetapi hal ini juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap vaksin impor lainnya dan secara mandiri memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.

Ke depannya, penelitian dan pengembangan vaksin menjadi modal untuk meningkatkan ketahanan bangsa, termasuk kesiapan dalam menghadapi pandemi di masa yang akan datang. Hasil baik pengembangan Vaksin Inavac diharapkan dapat menjadi pemicu hadirnya penelitian-penelitian lain yang nantinya dapat dikembangkan menjadi produk jadi obat yang berkhasiat, bermutu, dan aman bagi masyarakat. (HM-Benny)



Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana