Palu - Jumat (19/05/2023) Balai POM di Palu melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah Kota Palu. Peserta Bimtek berasal dari 15 sekolah yang diintervensi program nasional PJAS di Kota Palu, terdiri dari 1 kepala sekolah dan 2 guru, yang akan ditetapkan sebagai kader keamanan pangan sekolah.
Pada kegiatan ini hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan Dinkes Kota Palu, Kepala Bidang Peserta Didik dan Karakter SD dan Kepala Bidang Pendidikan SMP Kota Palu. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi yang menyambut baik adanya kegiatan ini dan berharap sekolah yang diintervensi ini dapat menjadi pelopor/corong untuk menyebarluaskan praktek keamanan pangan baik di sekolahnya sendiri maupun ke sekolah lainnya. Beliau juga berharap semoga akan ada perwakilan sekolah dari Kota Palu yang dapat menjadi nominasi Lomba Sekolah PJAS Aman yang dapat maju ke tingkat nasional. Disampaikan pula bahwa dalam mewujudkan Sekolah dengan PJAS Aman diharapkan setiap kader keamanan pangan sekolah harus menggerakkan semua potensi SDM yang ada dengan demikian dapat mewujudkan generasi cerdas, sehat dan berkualitas.
Kepala Balai POM di Palu, Agus Riyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk mewujudkan sekolah dengan PJAS aman diperlukan adanya kemandirian & partisipasi aktif kader Keamanan Pangan Sekolah (KPS) dalam penyebaran pesan keamanan pangan ke komunitas sekolah, melalui bimtek ini diharapkan Kader KPS dapat menjadi penggerak untuk mengimplementasikan praktek keamanan pangan kepada komunitas sekolah dan masyarakat disekitarnya.
Materi pada bimtek kali ini meliputi Kebijakan Keamanan PJAS disampaikan oleh Novi Yanti Rahmi, 5 Kunci Keamanan Pangan & Nutrisi Seimbang untuk SDM Unggul disampaikan oleh Riati YE. Awusi dan Peran Kader KPS dalam Intervensi program PJAS disampaikan oleh Lidya Santiara. Pada kesempatan ini Kepala Balai POM di Palu juga menyerahkan paket edukasi/KIE yang dapat digunakan untuk menunjang tugas kader dalam melakukan intervensi ke komunitas sekolahnya
