Sebagai pusat perekonomian masyarakat di mana masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan bahan pangan, pasar rakyat perlu menerapkan prinsip keamanan pangan dalam setiap aktifitasnya dan aman dari bahan berbahaya. Dengan demikian masyarakat dapat terlindung dari risiko pangan yang tidak aman dan dari bahan berbahaya. Untuk itu, komunitas pasar yang terdiri dari pedagang dan konsumen perlu ditingkatkan kepedulian dan pengetahuannya tentang keamanan pangan. Oleh karena itu, Balai POM di Bengkulu melaksanakan kampanye pasar dan penyuluhan pedagang pasar.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Mei 2023 bertempat di UPTD Pasar Ketahun sebagai pasar yang diintervensi dalam Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas tahun 2023. Narasumber dari Balai POM di Bengkulu, Dra. Firni, Apt., M.Kes., yang merupakan Ketua Tim 2 Kelompok Substansi Infokom, menyampaikan hasil survei pasar serta sampling dan pengujian tahap 1 yang telah dilakukan oleh Balai POM di Bengkulu. Berdasarkan hasil survei, UPTD Pasar Ketahun masih memerlukan perbaikan dalam hal pengelolaan sampah sedangkan untuk hasil sampling dan pengujian tidak ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya. Sementara itu, narasumber kedua dari Balai POM di Bengkulu, Dewi Nopitasari, S.Farm., Apt., menyampaikan materi tentang keamanan pangan. Masyarakat diajak mengenali ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya agar bisa terhindar dari bahayanya. Petugas BPOM Bengkulu juga membagikan brosur kepada komunitas pasar dan menyajikan contoh bahan berbahaya serta obat tradisional dan kosmetik ilegal.
Selain itu, Balai POM di Bengkulu juga menggandeng Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkulu Utara dalam kegiatan tersebut, sebagai pihak yang berwenang dalam pengelolaan pasar. Hadir sebagai narasumber, Anis Mawardi, ST, yang merupakan Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga. Anis mengajak segenap komunitas pasar untuk dapat bersama-sama menjaga kebersihan pasar menindaklanjuti hasil survei pasar yang dilakukan oleh Balai POM di Bengkulu. Pihak pengelola UPTD Pasar Ketahun juga berperan aktif dalam kegiatan tersebut dengan membagikan brosur mengenai keamanan pangan kepada pedagang dan pengunjung pasar.
Dalam kegiatan tersebut juga disediakan layanan pengujian menggunakan rapid test kit bagi pengunjung dan pedagang yang ingin mengujikan produknya. Pengujian yang dilakukan antara lain menguji ikan asin menggunakan rapid test kit formalin mengingat formalin kerap disalahgunakan pada produk ikan asin sebagai pengawet. Pengujian yang dilakukan menunjukkan hasil negatif (tidak mengandung bahan berbahaya formalin). Bagi pedagang dan pengunjung pasar yang berperan aktif dalam kegiatan diberikan gimmick menarik dan snack.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjadi peningkatan pemahaman sekaligus kesadaran bagi masyarakat sebagai konsumen untuk memilih pangan yang aman dari bahan berbahaya. sekaligus peningkatan kesadaran pedagang pasar agar mereka dapat menjual produk pangan atau bahan tambahan pangan yang aman dari bahan berbahaya. (DN)
Balai POM di Bengkulu
