Jakarta - Setelah selama 5 hari berturut-turut mempelajari, meninjau, mengamati, dan berdiskusi aktif baik di ruangan maupun di lapangan, keenam delegasi Palestina yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengawasan obat dan makanan menyelesaikan pelatihan dengan baik. Tahap pertama dalam rangka Kerjasama Selatan Selatan antara Indonesia dan Palestina telah terlaksana. Kedepan akan dilanjutkan dengan fase kedua di tahun 2019 dan fase ketiga di tahun 2020.
Mewakili Kepala BPOM, Direktur Standardisasi Obat dan NAPPZA BPOM Togi J. Hutadjulu menutup kegiatan ini dan memberikan sertifikat penghargaan kepada para peserta, Jumat (19/10) di Hotel Ritz Calton Kuningan Jakarta.
Sebagai center of excellence National Medicine Regulatory Authorities (NMRA) fungsional yang telah ditunjuk oleh WHO, BPOM akan terus aktif membantu dan mendukung Palestina dalam membuat dan mengembangkan sistem pengawasan obat dan makanan yang baik di negaranya. (HM-Chandra)
