Jakarta – Kepala BPOM menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Silaturahmi dan Rembug Nasional (Simbugnas) Kefarmasian Ikatan Alumni Farmasi ITB sebagai forum komunikasi dan diskusi peran serta masyarakat farmasi dalam pelayanan kesehatan bangsa. Apresiasi ini disampaikan Penny K. Lukito saat membuka kegiatan Simbugnas tersebut pada Kamis (12/07) di Jakarta.
Dalam pidato sambutannya, Kepala BPOM menyampaikan bahwa alumni farmasi merupakan salah satu ujung tombak BPOM dalam mendukung percepatan perkembangan industri obat berbahan baku alam dan bioteknologi. “Dalam rangka untuk mendukung Instruksi Presiden terkait percepatan perkembangan Indutri Farmasi, terdapat 3 kunci aspek dalam kemajuan pelayanan kesehatan dan perkembangan industri farmasi di tanah air yaitu aspek kemitraan, aspek sumber daya manusia (SDM), dan aspek leadership di setiap lini bersama masyarakat dan media”, ujar Kepala BPOM.
Lebih lanjut Penny K. Lukito menyampaikan bahwa sebagian besar bahan baku obat masih bergantung terhadap bahan baku dari luar negeri. “Oleh karena itu kita harus membuka peluang industri fitofarmaka, industri bioteknologi, dan biosimilar. BPOM siap membuka diri serta memfasilitasi siapapun yang ingin memanfaatkan peluang ini. Kami berharap alumni farmasi dapat terus berperan dalam mendukung peningkatan industri farmasi ini”, ungkapnya.
Kegiatan Simbugnas ini dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Alumni Farmasi ITB, Bayu Teja Muliawan; Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mayjend Pol (Purn) Sidarto Danusubroto; Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri, Kementerian Perindustrian, I. Gusti Putu Suryawirawan; Plt. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dr. Slamet; Ketua Ikatan Apoteker Indonesia, Nurul Falah; Ketua GP Farmasi, F. Tirto Kusnadi; serta Ketua Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani.
“Secara khusus saya berharap Simbugnas ini juga menghasilkan rekomendasi strategis untuk peningkatan kemandirian obat nasional. Semoga luaran Simbugnas ini dapat kita realisasikan dalam suatu kolaborasi yang harmonis dan sinergis oleh semua pihak terkait dan elemen masyarakat”, tukas Penny K. Lukito menutup sambutannya. (HM-Armacata)
Biro Humas dan DSP
