ARTIKEL INRASFF Working Group 2015 Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) : Dissemination Workshop on RASFF Technical Assistance, 30 Juli 2015

10-08-2015 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 2019 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

“Disadari atau tidak, satu jenis makanan yang kita konsumsi dapat tersusun dari bahan-bahan yang berasal dari beberapa negara di benua yang berbeda. Sebagai contoh pada satu potong ayam goreng keju, ayam bisa berasal dari Belgia, mentega berasal dari Irlandia, lada berasal dari Indonesia, tepung berasal dari Perancis. Oleh karena itu, upaya menciptakan keamanan pangan tidak cukup hanya dilakukan pada tingkat nasional, namun perlu dibangun komunikasi dan koordinasi keamanan pangan secara global.”

 

Ilustrasi tersebut disampaikan oleh Ms Carolin Krejci dalam materi Trace-back and trace-forward in outbreak investigations, yang disampaikan pada Dissemination Workshop on RASFF Technical Assistance.  

 

Diseminasi kegiatan Technical Assistance tersebut dilaksanakan melalui INRASFF Working Group Meeting di Jakarta pada tanggal 30 Juli 2015 . Pertemuan ini dihadiri oleh anggota INRASFF working group yang merupakan perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan POM serta kementerian lain yang terkait, yaitu Kementerian Keuangan.

 

Materi diskusi berfokus pada pengembangan INRASFF LCCP di daerah dan juga mengenai Risk Communication during Food Safety Emergency.  Narasumber pada pertemuan tersebut adalah Bapak Halim Nababan (Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Badan POM RI) dan Mrs. Carolin Krejci (Department Head, Food Law, Food Safety and Food Quality, Federal Ministry of Health). Bapak Halim Nababan membawakan materi mengenai Developing INRASFF System in Local Government Ms. Carolin Krejci membawakan presentasi mengenai Trace-back and trace-forward in outbreak investigations.

 

Indonesia Rapid Alert System for food and Feed (INRASFF) merupakan salah satu tools dalam pengawasan pangan modern yang lebih menekankan pada pengawasan post market yang kuat dan komprehensif. Hal tersebut menjadi penting untuk mengatasi tantangan  Perdagangan bebas di pasar global, dimana peningkatan aktivitas perdagangan pangan lintas negara dapat meningkatkan risiko penyebaran patogen melalui makanan dan minuman yang diperdagangkan (foodborne pathogen).

 

Implementasi INRASFF di Indonesia sebagai salah satu program unggulan dalam Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat No. 23 Tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Jejaring Keamanan Pangan Nasional. Pengembangan INRASFF di Indonesia tidak terlepas dari dukungan Uni Eropa melalui Technical Assistance dalam Better Training for Safer Food (BTSF) pada Tahun 2009, 2010 dan 2015 serta Trade Support Programme 2011. Pada Tahun 2015, Technical Assistance dilaksanakan pada tanggal 27-31 Juli 2015. Technical Assistance ini bertujuan untuk mereview implementasi INRASFF sejak tahun 2010 serta strategi INRASFF dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, termasuk di dalamnya penguatan National Contact Point (NCP), Competent Contact Point (CCP), dan Local Competent Contact Point (LCCP).

 

Uni Eropa mendukung penerapan INRASFF dalam rangka perlindungan konsumen terhadap produk pangan dan pakan yang berisiko terhadap kesehatan. Implementasi INRASFF secara komprehensif dan sinergis mutlak dilakukan, khususnya kolaborasi dalam INRASFF Working Group  (NCP, CCP, dan LCCP) harus terus ditingkatkan sehingga perlindungan konsumen terhadap produk pangan yang berisiko menjadi lebih baik.

 

 

Sekretariat National Contact Point

Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed

Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana