Badan POM bersama dengan ASEAN Secretariat dan Good Manufacturing Practices (GMP) Task Force menyelenggarakan kegiatan ASEAN Traditional Medicine and Health Supplement (TMHS) GMP Training Phase 2 Session 5 di salah satu hotel di Solo, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 23 – 26 Januari 2018 ini diikuti 32 peserta delegasi dari seluruh negara di kawasan Asia Tenggara. Acara ini merupakan kegiatan lanjutan dari ASEAN TMHS GMP Training Phase 2 Session 1 – 4 yang telah sukses diselenggarakan di Laos, Malaysia, Filipina, dan Indonesia pada tahun 2017.
Kegiatan ini bertujuan secara khusus mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dari ASEAN TMHS GMP Training Phase 2 Session 4 mengenai GMP Inspection Module dan secara umum memperkuat serta melengkapi pengetahuan teoritis kesebelas modul yang diperoleh selama ASEAN TMHS GMP Training Phase 2 Session 1 - 3 dengan simulasi inspeksi terhadap sarana produksi Obat Tradisional (OT) dan Suplemen Kesehatan (SK) di daerah Solo.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen selaku Head of Delegates of TMHS Product Working Group (PWG) dari Indonesia, Drs. Arustiyono, MPH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Badan POM sepenuhnya mendukung penerapan ASEAN TMHS GMP Guideline dan mengajak seluruh negara anggota ASEAN bekerja sama secara sinergis dalam melindungi kesehatan konsumen serta dalam mempromosikan obat tradisional dan suplemen kesehatan di kawasan ASEAN ini agar dapat bersaing di kancah internasional.
Dalam pelatihan ini, peserta dibagi menjadi 2 (dua) tim yang masing – masing bertugas melaksanakan pre-inspection meeting, pemeriksaan sarana, dan diskusi penulisan laporan, dan presentasi akhir laporan inspeksi GMP terhadap sarana produksi OT dan SK yang ditunjuk sesuai dengan ASEAN GMP TMHS Guideline yang sudah ditetapkan oleh TMHS PWG
Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen
