Jakarta – Badan POM kembali mengedukasi masyarakat melalui Podcast Series INTIPS (Informasi dan Tips) bertajuk “Tengok Labelnya, Jangan Tergiur Iklannya”, Selasa (02/11). Pada kegiatan ini, Badan POM mengajak masyarakat untuk lebih peduli memperhatikan label dan iklan sebelum membeli atau menggunakan obat tradisional dan suplemen kesehatan.
Podcast ini dipandu oleh penyiar dan presenter, Ario Astungkoro, yang berbincang secara interaktif dengan narasumber utama dari Badan POM, yaitu Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani. Selain itu, hadir juga Hery Margono, seorang pakar periklanan yang membahas terkait label dan periklanan dari sisi konsumen dan pelaku usaha.
"Sebelum mengonsumsi produk obat tradisional dan suplemen kesehatan, penting bagi konsumen untuk membaca informasi yang tercantum pada label produk,” jelas Reri Indriani menyampaikan di awal perbincangan.
“Dengan membaca informasi pada label produk, kita dapat mengetahui informasi produk secara menyeluruh, mengenai legalitas produk - apakah produk sudah terdaftar, apa saja komposisinya, bagaimana pemakaian dan dosisnya, apa klaim khasiatnya, hal apa yang menjadi perhatian/kontraindikasi/efek samping (bila ada), serta tanggal kedaluwarsanya,” tambah Reri. Menurutnya, hal tersebut dimaksudkan agar konsumen dapat memilih obat tradisional dan suplemen kesehatan sesuai dengan tujuan/manfaat yang diharapkan, sehingga terhindar dari timbulnya efek yang tidak diinginkan.
Hery Margono menambahkan bahwa seharusnya selain mempertimbangkan harga atau iklan, faktor utama konsumen dalam memilih obat tradisional dan suplemen kesehatan adalah terkait keamanannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mencermati label sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat tradisional dan suplemen kesehatan.
Berikut beberapa tips yang diberikan oleh Badan POM agar masyarakat tidak mudah tergiur atau menjadi korban iklan produk Obat dan Makanan:
- Membeli produk sesuai kebutuhan, sehingga tidak tergiur promosi/iklan produk yang tidak dibutuhkan;
- Hati-hati terhadap iklan yang meng-klaim khasiat cespleng, efek instan, ampuh, dan sejenisnya karena tidak terjamin keamanan produknya;
- Jika tertarik dengan promosi di marketplace, sebelum membeli agar dicek reputasi penjual online, review pembeli, dan harga produk; dan
- Setelah memutuskan untuk membeli, pastikan terlebih dahulu legalitas produk, lalu cek komposisi, klaim/manfaat produk, dan keterangan lainnya (kedaluwarsa, efek samping, kontraindikasi, peringatan, dan perhatian)
INTIPS sendiri merupakan seri podcast yang rutin dilakukan oleh Badan POM untuk memberikan informasi, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memilih obat dan makanan yang aman melalui media audio visual secara daring. Podcast kali ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat umum, perwakilan organisasi, komunitas ibu, kader PKK, influencer/blogger, generasi milenial, dll.
Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat dalam memilih produk obat dan makanan dengan membaca lebih teliti label produk sebelum membeli dan tidak tergiur dengan iklan produk yang cenderung berlebihan, serta dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan obat dan makanan. (HM-Hendriq)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
