Karawang - Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito bersama generasi milenial Karawang nyatakan komitmen untuk tolak produk kosmetik mengandung merkuri. Komitmen ini disampaikan pada acara Penggalangan Komitmen Kosmetik Bebas Merkuri yang dilaksanakan di Karawang, Selasa (27/08).
Acara penggalangan komitmen ini selain dihadiri oleh Pejabat Eselon I Badan POM, juga dihadiri oleh lintas sektor antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri; Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan, Agusdini Banun Saptaningsih; serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, dan Bareskrim Polri. Selain itu, turut hadir perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bali Fokus Foundation, asosiasi kosmetik, akademisi, dan generasi milenial yang merupakan pelajar dari SMA dan perguruan tinggi di Karawang.
Kegiatan hari ini merupakan bentuk dukungan dan partisipasi atas implementasi UU No. 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury dan Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM).
"Badan POM akan mendukung penuh pencanangan AN-PPM. Ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas dan daya saing kosmetik dalam negeri," ujar Penny K. Lukito dalam sambutannya.
Sementara itu, terkait dengan penggalangan komitmen yang dilakukan di Karawang, Kepala Badan POM menilai bahwa Karawang potensial untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau industri kosmetik.
"Karawang sangat potensial dari perspektif industri kosmetik," tukas Penny K. Lukito. "Potensi tersebut dapat berupa potensi positif atau negatif. Sisi positifnya, Karawang memiliki banyak UMKM kosmetik yang dapat dibina untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Sementara negatifnya, ada potensi pelanggaran yang dilakukan oleh UMKM atau industri kosmetik rumahan, terutama bagi yang tidak paham dengan peraturan yang ada," jelasnya lagi.
Lebih lanjut, Penny K. Lukito sebut akan jadikan Karawang sebagai Sentra Industri Kosmetik. Terkait rencana ini, maka Badan POM perkuat pembinaan kepada para pelaku usaha kosmetik di Karawang dengan menekan penggunaan merkuri atau bahan berbahaya lainnya seminimal mungkin, bahkan dihilangkan. Dengan begitu, kosmetik yang dihasilkan semakin berkualitas dan mampu bersaing di jalur perdagangan nasional hingga diekspor ke luar negeri. "Adanya Sentra Industri Kosmetik ini akan berkontribusi besar pada industri Indonesia," tambah Penny K. Lukito.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan Karawang akan dijadikan destinasi wisata. "Karena itu, kami perlu kerja sama dengan lintas sektor, termasuk Badan POM untuk hasilkan produk kosmetik yang aman dan berkualitas," ujarnya.
Penggalangan komitmen selanjutnya ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Kepala Badan POM. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan rangkaian talkshow mengenai "Kosmetik Bebas Merkuri dengan narasumber Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Mayagustina Andarini; Yunik Kuncaraning Purwandari dari Kementerian Lingkungan Hidup; Sonia Buftheim dari LSM Bali Fokus Foundation; dr. Shannaz Nadia Yusharyahya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; dan Hendri Siswadi.
Dari talkshow hari ini, diharapkan peserta yang didominasi oleh generasi milenial dapat saling bertukar pikiran untuk kemudian menerapkan serta menyampaikan kembali pengetahuan yang diperolehnya mengenai kosmetik bebas merkuri kepada lingkungan sekitarnya. (HM-Herma)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
