Rusia – Badan POM dipercaya untuk berbagi pengalaman dan upaya strategis yang dilakukan selama pandemi COVID-19 melalui forum “12th International Economic Summit Russia - Islamic World: Kazan Summit”. Diundang secara khusus oleh Ketua Dewan Mufti Rusia, Mufti Sheikh Ravil Gainutdin, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito berkesempatan menjadi pembicara pada sesi “Medicine in COVID-19 Pandemic Conditions” secara online pada Hari Rabu (28/07).
Dalam sesinya, Kepala Badan POM memaparkan berbagai upaya dalam menjamin keamanan, khasiat, serta mutu obat dan vaksin yang berguna untuk melawan COVID-19. Langkah dan inovasi ini, antara lain berupa penerbitan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk 6 (enam) vaksin COVID-19 guna mempercepat program vaksinasi, penerbitan perizinan Uji Pre-Klinik dan Uji Klinik untuk vaksin produksi dalam negeri, pengawasan terhadap distribusi vaksin ke seluruh Indonesia, serta penyediaan 11 (sebelas) laboratorium uji spesimen COVID-19 Badan POM untuk mendukung upaya tracing penyebaran virus SARS CoV-2.
Kepala Badan POM juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diundang dalam forum Kazan Summit 2021. Menurutnya, forum tersebut sukses menghubungkan negara-negara Islam dalam membahas tantangan yang dihadapi serta mencari solusi yang dibutuhkan dalam menghadapi masa pandemi.
“Rusia merupakan salah satu negara yang unggul dalam bidang industri farmasi, terutama dalam pengembangan obat dan vaksin. Melalui forum ini, kami memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama ke depan dalam pengembangan vaksin COVID-19 ataupun kolaborasi dalam pengawasan obat dan makanan secara umum”, ungkap Penny K. Lukito.
Ditambahkan Penny K. Lukito, bahwa kolaborasi dan sharing session antar negara merupakan salah satu upaya penting dalam menemukan cara untuk keluar dari krisis pandemi ini. “Kami berharap forum ini nantinya dapat membangun jejaring antar stakeholder untuk memformulasikan strategi dan rekomendasi yang cocok dalam membangun kerja sama dalam melawan pandemi”, ujar Penny K. Lukito mengakhiri paparannya.
Selain Badan POM, sesi ini dihadiri pula oleh berbagai ahli dan praktisi Kesehatan, antara lain Presiden World Islamic Health Union, Wakil Menteri Kesehatan Republik Tatarstan, akademisi dari Akademi Sains Rusia, serta perwakilan negara-negara Islam, seperti Bahrain dan Turki. Melalui forum ini, para pembicara dapat saling bertukar pengalaman dan langkah-langkah inovatif dalam melawan COVID-19, seperti perawatan bagi penderita COVID-19, transfer teknologi medis, vaksinasi, dan teknologi digital dalam layanan kesehatan.
Kazan Summit 2021 sendiri merupakan pertemuan internasional yang mempertemukan berbagai ahli di bidang pemerintahan, teknologi, kesehatan, dan ekonomi yang berasal dari dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Rusia sebagai negara observer OKI. Forum ini terselenggara secara online dan offline di Kazan, ibu kota Republik Rusia pada 28-30 Juli 2021. (HM-Devi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
