Badan POM Berdayakan Mahasiswa dalam Program Pangan Aman Goes to Campus

14-04-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 3348 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Badan POM meluncurkan Program Pangan Aman Goes to Campus (PAGC) pada Kamis (14/04/2022). Program ini bersinergi dengan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Selain bertujuan meningkatkan kompetensi dan partisipasi mahasiswa di bidang keamanan pangan, program ini juga diarahkan untuk memperluas jangkauan pendampingan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pangan olahan melalui pembentukan fasilitator dari komunitas pendidikan tinggi.

Program PAGC sendiri merupakan inovasi Badan POM dalam pemberdayaan komunitas intelektual sebagai fasilitator keamanan pangan. Program ini merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan Badan POM terhadap UMK pangan olahan. Dengan harapan semakin banyak produk binaan yang dapat memenuhi persyaratan keamanan pangan dan memperoleh izin edar Badan POM.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya bercerita tentang awal mula terbentuknya sinergi kedua program yang berasal dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan POM dengan Kemendikbudristek pada 19 Oktober 2021. Kepala Badan POM mengapresiasi komitmen Kemendikbudristek dalam mengintegrasikan implementasi MoU pada program strategis, yaitu Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

“Apresiasi dan terima kasih untuk Kemendikbudristek yang terus berhasil mengembangkan program yang kami ulurkan untuk bersinergi dengan Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka,” ucap Penny K. Lukito.

“Saya kira itu satu program besar yang akan membangun generasi ke depan menjadi putra-putri Indonesia yang merdeka, untuk bisa mengembangkan berbagai inovasinya,” tambahnya kembali kepada perwakilan Kemendikbudristek yang hadir, yaitu Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kiki Yuliati.

Pada program PAGC, mahasiswa akan memperoleh pembelajaran, peningkatan kompetensi, dan pengalaman di bidang keamanan pangan. Pembekalan kompetensi ini berupa materi pelatihan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 618 Tahun 2016 dan Peraturan Badan POM Nomor 16 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Pengawas Pangan Kabupaten/Kota dan Penyuluh Keamanan Pangan.

 

Selanjutnya, mahasiswa akan diberikan kesempatan terjun langsung untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan, serta kompetensinya dengan memberikan pendampingan kepada UMK pangan olahan dalam mengimplementasikan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), termasuk untuk Industri Rumah Tangga. Program PAGC selama satu semester selaras dengan salah satu bentuk pembelajaran magang bersertifikat pada Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dan dapat dikonversi menjadi 20 Satuan Kredit Semester (SKS).

“Kami mengupayakan untuk memberikan instrument/tools kepada mahasiswa dalam program ini, sehingga ke depannya bisa memberdayakan manusia merdeka yang produktif dalam membangun bangsa,” ujar Kepala Badan POM.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan penandatanganan MoU antara Badan POM dengan 13 (tiga belas) perguruan tinggi yang tergabung dalam penyelenggaraan program tersebut. Daftar perguruan tinggi tersebut yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Bhayangkara Surabaya, dan Universitas Sahid.

“Program PAGC ini akan terus diperluas bagi perguruan tinggi yang berada di wilayah Indonesia Timur hingga cakupannya dapat menjangkau seluruh Indonesia,” tambah Penny K. Lukito lagi.

Di sisi lain, Rektor Universitas Andalas, Yuliandri menyambut baik program kolaborasi yang digagas Badan POM. Ia mengatakan jika kerja sama antara Badan POM, Kemendikbudristek, dan perguruan tinggi ini merupakan langkah yang tepat bagi setiap perguruan tinggi yang memiliki program-program dengan fokus di bidang pangan atau obat dan makanan.

“Perlibatan dan kolaborasi ini menjadi bagian utama untuk mewujudkan bagaimana mahasiswa, setelah lulus, memiliki kreativitas dan inovasi yang sudah dimulai dari kampus ini,” papar Rektor Universitas Andalas, saat sesi doorstop dengan media.

Kelvin Wahyudi, peserta Program PAGC yang merupakan mahasiwa jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan di Institut Pertanian Bogor merasa bersyukur bisa mengikuti program ini. “Bersyukur dan berterima kasih banget bisa menjadi bagian dari program ini, karena setelah menjalani kurang lebih dua bulan ternyata program ini tidak sekedar mencari pengalaman, teman, pengetahuan baru, dan membantu Badan POM, tetapi juga membantu Indonesia untuk terus maju melalui fasilitator UMKM di bidang pangan, serta membuat UMKM pangan naik level,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan hari ini juga memuat pameran produk inovasi dari 9 (sembilan) perguruan tinggi, diskusi dan sosialisasi Buku Saku Program PAGC – Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Juga dilakukan sosialisasi terkait program-program strategis Badan POM di bidang pangan olahan, yaitu aplikasi Istana UMKM, Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan (RPO), Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Program PAGC yang dilaksanakan tahun ini telah mendapatkan animo luar biasa dari mahasiswa. Tercatat sebanyak 1.614 mahasiswa telah mendaftar dan sebanyak 125 orang di 9 (sembilan) provinsi yang berhasil lulus seleksi serta aktif dalam program ini. Pada bulan Februari-Maret 2022, peserta telah mendapatkan pembekalan materi teknis dan pelatihan fasilitator keamanan pangan. Saat ini para peserta tengah menjalani magang di industri rumah tangga pangan/UMK pangan olahan sampai dengan bulan Juli, untuk kemudian dimonitoring dan dievaluasi oleh mentor dari Badan POM.

“Saya sangat bangga dan berterima kasih, Badan POM bisa bekerja sama dengan dunia pendidikan intelektual hingga dapat menjadikan para mahasiswa siap bekerja mengisi pasar tenaga kerja. Ini juga membantu pemerintah untuk aspek pengawasan pangan olahan,” tutup Penny K. Lukito. (HM-Devi)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana