JAKARTA - Badan POM menggelar Kick Off dan Training of Trainer (ToT) Pembentukan Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetika Aman secara hybrid, Selasa (15/03/2022). Kegiatan ini merupakan implementasi dari dua program unggulan Badan POM yakni BPOM Goes to School dan BPOM Goes to Campus. Para duta diberikan pemahaman tentang tips memilih jamu dan kosmetika aman agar nantinya mampu memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyebutkan pembentukan Duta Jamu Aman dan Kosmetika Aman merupakan salah satu wujud pemberdayaan masyarakat. Duta ini akan berperan sebagai influencer dalam peningkatan pemahaman masyarakat sehingga terwujud konsumen cerdas dan berdaya yang mengonsumsi jamu dan kosmetika aman. "Keberhasilan Program BPOM Goes to School dan BPOM Goes to Campus yang diinisiasi tahun 2021 perlu diperluas untuk meningkatkan kebermanfaatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Kegiatan ini diawali pilot project pada 2021 melalui 33 Duta Kosmetika Aman di Bengkulu dan 25 Duta Jamu Aman di Semarang. Para Duta telah melakukan 116 kegiatan edukasi yang diikuti 11.060 peserta. Pelaksanaan edukasi memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui berbagai platform digital khususnya media sosial. Strategi ini dinilai efisien dan efektif untuk memberikan multiplier effect nyata yang akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan, mutu, dan manfaat obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika serta kepercayaan masyarakat kepada Badan POM.
Program ini merupakan hasil kerja sama Badan POM dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kiki Yuliati menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat diperlukan karena menyentuh aspek pendidikan maupun kebudayaan untuk mencerdaskan bangsa dengan informasi yang benar. "Badan POM merupakan sumber informasi terpercaya dan andal terkait jamu dan kosmetika. Inisiasi ToT ini telah memperkaya pengetahuan budaya kita dalam rangka menjaga dan menumbuhkembangkan kearifan lokal," ucapnya.
Kegiatan Kick Off dan ToT ini diikuti oleh sekitar 1135 peserta yang berasal dari komunitas pramuka, pelajar, mahasiswa, organisasi profesi, dan kemasyarakatan, serta perwakilan fasilitator pemberdayaan masyarakat dari Unit Pelaksana Teknis Badan POM. Pelatihan ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu narasumber Plh. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Rita Endang; Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Asih Liza Restanti; Ketua Umum PDPOTJI dr. Listya Paramita; Guru Besar Farmasi UNPAD, Prof. Keri Lestari; dan selebgram, Kezia Warouw. Peserta mengikuti pembekalan materi selama dua hari, mencakup jamu dan kosmetika aman, waspada jamu dan kosmetika berbahaya, serta teknik komunikasi dan pemanfaatan teknologi untuk efektivitas edukasi. (HM-Fathan)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
