Badan POM Dipercaya sebagai Host Country Training Virtual ASEAN terkait Uji Stabilitas dan Mutu Produk Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan

25-08-2021 Kerjasama dan Humas Dilihat 1680 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Aktif di kancah internasional, Badan POM selaku perwakilan Indonesia dipercaya menjadi Host Country oleh ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ) Traditional Medicines and Health Supplement Product Working Group (TMHSPWG) untuk menyelenggarakan training terkait uji stabilitas dan mutu produk obat tradisional dan suplemen kesehatan (OTSK). Program pelatihan virtual yang bertema “Training for Stability Study and Shelf-life for Traditional Medicines and Health Supplements” dilaksanakan selama dua hari, 25-26 Agustus 2021, bekerja sama dengan ASEAN Secretariat dan US-IGNITE.

ACCSQ TMHSPWG merupakan suatu komite regional yang membahas harmonisasi ASEAN di bidang OTSK. Dalam sambutannya, Contracting Officer’s Representative of USAID-ASEAN, Desy Fatimah menjelaskan bahwa saat ini ACCSQ TMHS telah menyusun ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines dan The ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements yang menjadi acuan resmi bagi regional negara-negara ASEAN dalam menerapkan dan menilai uji stabilitas dan mutu produk OTSK. Pedoman tersebut mengacu pada standar yang diakui secara internasional dengan tujuan menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing secara ekonomi, baik pada lingkup regional ASEAN maupun internasional.

“Training ini memberikan kesempatan untuk mencapai pemahaman bersama antara regulator dan pelaku usaha (industri) dalam mengimplementasikan ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and Health Supplements,” jelas Desi Fatimah.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta utama yang berasal dari regulator dan pelaku usaha (industri) dari masing-masing negara ASEAN, ASEAN Alliance of Health Supplement Associations (AATMII), ASEAN Alliance of Health Supplement Associations (AAHSA), ASEAN Secretariat, dan ASEAN-USAID IGNITE. Tak hanya itu, training ini juga diikuti oleh observer dari berbagai kalangan yang berjumlah 200 orang.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara turut menjelaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan virtual ini sejalan dengan The ASEAN Economic Community Blueprint. Utamanya terkait dengan fasilitasi perdagangan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan di kawasan ASEAN. Ia juga menambahkan bahwa Badan POM selaku perwakilan Indonesia telah terlibat secara aktif dalam pengembangan ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life Traditional Medicine and Health Supplement di ACCSQ TMHSPWG.

“Badan POM terbuka untuk berdialog lebih lanjut dengan Badan Regulasi Nasional di seluruh Negara Anggota ASEAN dan semua pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dan komunikasi dalam rangka meningkatkan perdagangan obat-obatan, termasuk suplemen kesehatan dan obat-obatan tradisional, dengan meningkatkan kualitasnya,” ucap Kepala Badan POM.

Kepala Badan POM berharap agar program pelatihan virtual ini nantinya dapat berkontribusi pada keseluruhan tujuan dari penerapan harmonisasi standar OTSK tersebut, yaitu untuk membawa produk-produk OTSK produksi dari negara anggota ASEAN ke pasar yang lebih besar.

“Saya juga berharap agar training ini dapat memberikan keterampilan teknis terkait metode pengujian stabilitas OTSK, sehingga meningkatkan kapasitas semua pemangku kepentingan dalam memahami lebih lanjut tentang stabilitas dan waktu simpan (shelf-life) OTSK. Hal ini penting untuk memastikan kualitas produk, selain keamanan dan khasiatnya,” tambahnya kembali.

Pada kegiatan ini, turut menjadi pemapar dari Badan POM, antara lain Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Reri Indriani dan Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Rachmi Setyorini. Selain itu, training ini melibatkan narasumber yang merupakan para pakar dan praktisi berpengalaman di bidang OTSK, antara lain Prof. Suwijiyo Pramono, yang merupakan Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada dan praktisi yang sudah lama berkecimpung membantu pengembangan dan bimbingan teknis UMKM Obat Tradisional; Mohammad Sumarno, Apt. dan Widiastuti Adiputra, Apt., yang merupakan praktisi berpengalaman di industri farmasi di Indonesia dan pernah menjadi tim ahli Good Manufacturing Practice (GMP) Badan POM.

Melalui pelatihan ini, diharapkan adanya kesamaan pemahaman antara regulator dan pelaku usaha pada penafsiran ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines dan ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements. Selain juga meningkatkan pengetahuan dalam menghasilkan data stabilitas yang memenuhi syarat, memadai, dan valid sebagai data dukung kestabilan/mutu suatu produk bagi pelaku usaha. (HM-Devi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana