Badan POM Dorong Pengembangan Kosmetik Tematik Nasional

29-11-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 3588 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Promosi produk kosmetik gencar dilakukan untuk merebut pasar dalam negeri yang sangat potensial. Sayangnya diantara produk kosmetik yang beredar, produk kosmetik tematik belum banyak dikenal. Padahal Indonesia dengan keanekaragaman hayatinya memiliki sejarah dalam meracik produk kosmetik tematik berbahan baku alam. Hal inilah yang menginisiasi Badan POM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pengembangan Produk Kosmetik Tematik Nasional di Jakarta (29/11).

Pertemuan strategis pertama lintas sektor ini bertujuan membahas problematika yang terjadi guna mendorong dan memfasilitasi pengembangan kosmetik tematik, mulai dari riset, registrasi, hingga pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kosmetik. “Ini berkaitan dengan keanekaragaman hayati dan penggunaan bahan baku natural. Kosmetik tematik berbahan baku natural harus didukung,” ajak Kepala Badan POM Penny K. Lukito saat membuka acara.

Kosmetik tematik dipersepsikan sebagai kosmetik berbahan baku alam dan identik dengan suatu daerah. Kosmetik tematik telah dikenal pada beberapa daerah seperti kosmetik Bali (lulur dan spa), kosmetik Jawa (perawatan tradisional keraton), kosmetik Banjarmasin (bedak dingin), serta kosmetik berbahan alam lokal Indonesia.

Menurut Penny K. Lukito peran pemerintah bersama lintas sektor terkait sangat penting untuk mengembangkan kosmetik tematik lebih maju. Badan POM pernah memulai dengan pendekatan kepada pemerintah untuk pengembangan kosmetik tematik di Bali. “Kita dukung bersama, mungkin akan dibentuk satgas, peta jalan, dan pembelajaran dari kosmetik tematik yang sudah lebih maju. Saya yakin daerah lain juga mempunyai produk kosmetik tematik dengan kearifan lokalnya,” lanjutnya.

Sejak tahun 2018, telah dilaksanakan inisiasi percepatan pengembangan kosmetik di daerah, seperti di Bali, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa site visit ke industri UMKM kosmetik tematik untuk mengetahui kondisi dan permasalahan industri UMKM, serta FGD melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, pengembangan kosmetik nasional juga dapat mengangkat perekonomian lokal bagi para pengusaha UMKM dan bisa mendatangkan daya tarik pariwisata di daerah. “Kita cari target potensial untuk terus didorong dalam implementasinya sehingga mencapai hasil yang nyata. Kita akan menggalakkan terus semua produk untuk percepatan perizinan baik UMKM untuk ekonomi lokal, dan produk yang bisa mengisi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Badan POM mengajak semua pihak untuk mengedukasi masyarakat tentang kosmetik tematik nasional. Badan POM dengan dukungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan mengadakan seminar, rembuk nasional, dan pameran produk yang sudah berkembang dan dalam pendampingan Badan POM. “Kita akan pertemukan periset, pelaku usaha, dan lintas sektor lainnya. Perlu juga promosi kosmetik tematik nasional,’’ tutupnya. (HM-Fathan)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana