Badan POM Edukasi Pengunjung Pameran Pembangunan Kesehatan

19-11-2016 Hukmas Dilihat 2198 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Setiap tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) melalui serangkaian kegiatan bertajuk kesehatan di berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, HKN ke-52 memiliki makna tersendiri ditandai dengan peluncuran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di 10 wilayah se-nusantara. Selain itu, agenda tahunan peringatan HKN juga diwarnai dengan menyelenggarakan Pameran Pembangunan Kesehatan di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Jumat, (18/11/16).

 

Pameran yang diselenggarakan selama tiga hari ke depan dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek yang didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution; dan Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf. Tercatat sekitar 125 stand pameran yang terdiri dari instansi pemerintah pusat, fasilitas layanan kesehatan (Rumah Sakit Pusat dan Daerah), industri farmasi, industri alat kesehatan, laboratorium kesehatan, industri makanan, industri obat tradisional dan kosmetik, serta lembaga donor kesehatan.

 

Dalam sambutannya, Nila Moeloek menyatakan bahwa Indonesia mampu memproduksi alat kesehatan di dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Sementara itu, Darmin menegaskan bahwa industri farmasi harus menjadi tuan di negeri sendiri. Besarnya jumlah penduduk dan tingginya kebutuhan membuat Indonesia menjadi pasar potensial bagi industri alat kesehatan dan farmasi. 

 

Untuk mengedukasi masyarakat, Badan POM kembali berpartisipasi dalam pameran HKN tahun ini dengan mengangkat tema “Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman, Wujudkan Masyarakat Sehat Untuk Indonesia Kuat”. Di stand Badan POM ini pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi terkait Obat dan Makanan. Stand pameran Badan POM dilengkapi dengan contoh produk ilegal/palsu (obat, obat tradisional, dan kosmetik), serta pangan mengandung bahan berbahaya, tayangan video informasi, termasuk demo uji cepat pangan menggunakan Rapid Test Kit.

 

Pengunjung stand Badan POM terlihat sangat antusias bertanya dan berdiskusi dengan Pramujaga terkait produk ilegal/palsu temuan Badan POM. Selain itu, masyarakat bisa mengikuti edukatif tentang Obat dan Makanan. Secara umum berdasarkan hasil games edukasi menunjukkan tingkat pengetahuan pengunjung terkait Obat dan Makanan sudah cukup bagus, namun masih perlu ditingkatkan.

 

Untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat, Balai Besar POM di Jakarta juga menyediakan mobil laboratorium keliling untuk menguji pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin b, dan metanil yellow. Masyarakat dihimbau untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih dan menggunakan Obat dan Makanan dengan “Cek KIK”, cek Kemasan, cek Izin edar, dan cek Kedaluwarsa. HM-Fathan

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana