Badan POM Fokus Kedepankan Aspek Pencegahan Melalui Pembinaan dan KIE kepada Masyarakat
Rabu (21/12), setelah melaksanakan berbagai kegiatan di kota Kembang yaitu Pencanangan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya di Pasar Cihapit Bandung; penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama dengan Kwarda Pramuka Provinsi Jawa Barat, Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Barat, dan PD Pasar Bermartabat; serta pemusnahan hasil pengawasan Balai Besar POM di Bandung selama tahun 2016, Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, menyambangi warga Bandung di Gedung Balai Prajurit Korpaskhas Wiriadinata untuk melakukan edukasi tentang Obat dan Makanan. Acara yang menghadirkan Dede Yusuf, Ketua Komisi IX DPR RI sebagai salah satu narasumber ini dihadiri juga oleh oleh Deputi III Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Suratmono; Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, Ema Setyawati; serta Kepala Balai Besar POM di Bandung, Abdul Rahim.
Selain untuk mengedukasi tentang Obay dan Makanan kepada warga Bandung, kegiatan ini sekaligus menjadi perwujudan langkah pembinaan yang dilakukan Badan POM dalam rangka memaksimalkan fungsi pengawasan. "Ke depan, selain memperkuat penindakan pidana, Badan POM akan mengedepankan aspek pencegahan yaitu melalui tahap pembinaan dan pelaksanaan KIE”, papar Penny saat membuka acara.
Tidak hanya diikuti oleh masyarakat umum, anggota Pramuka dari Provinsi Jawa Barat juga menjadi peserta acara ini. Penny, dalam sambutannya, menyampaikan kebanggaannya disambut dan berada di tengah anggota Pramuka. "Saya termasuk anggota Pramuka saat kecil dulu. Saya harap melalui komunitas Pramuka yang hadir hari ini, informasi yang kami sampaikan dapat disebarluaskan kembali ke masyarakat lainnya", ujarnya.
Kegiatan Badan POM menggalang kerja sama dengan masyarakat ini memperoleh apresiasi dari Dede Yusuf. "Apresiasi saya untuk Badan POM karena sudah mau menggandeng komunitas masyarakat. Mudah-mudahan upaya ini dapat diteruskan hingga tingkat nasional", tukas Dede saat menyampaikan sambutannya.
Sekalipun acara dimulai setelah jam makan siang, namun peserta terlihat antusias mengikuti paparan yang disampaikan narasumber. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta pun sangat terasa. Terlebih saat peserta diberi kesempatan untuk bertanya serta berbagi cerita soal pengalamannya mengonsumsi Obat dan Makanan. Di akhir acara, Kepala Badan POM, narasumber, dan seluruh peserta berdiri dan dengan lantang bersama-sama meneriakkan komitmennya untuk menjadi konsumen Obat dan Makanan yang cerdas:
"Konsumen Cerdas, Baca Label Sebelum Membeli!!!" HM-Herma
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
