Badan POM Gelar Webinar Knowledge Sharing Dengan Otoritas Regulator Obat Australia

30-04-2021 Kerjasama dan Humas Dilihat 1310 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Badan POM terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai negara mitra. Salah satu bentu kerja sama yang dijalin adalah melalui kegiatan kegiatan pelatihan atau Knowledge Sharing dengan otoritas regulator obat atau makanan dari negara mitra.

 

Seperti yang baru-baru ini dilakukan dengan Otoritas Regulator Obat Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA). Badan POM bersama TGA menggelar webinar Knowledge Sharing yang diikuti oleh sekitar 200 peserta, baik dari Badan POM Pusat serta Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

 

Webinar tersebut diselenggarakan dalam tiga sesi, yang dibuka langsung oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Noorman Effendi. Dalam setiap sesinya, terdapat narasumber dari TGA yang berbagi informasi dan pengalaman mengenai beberapa topik. Sesi pertama pada 14 April 2021 mengangkat materi terkait Regulation of Complementary Medicines in Australia, mencakup topik terkait gambaran regulasi complementary medicines di Australia dan evaluasi bahan baku untuk complementary medicines. Sesi kedua pada 16 April 2021 dengan materi Advanced Therapies, membahas topik terkait regulasi produk biologi dan advanced therapies termasuk produk bioteknologi, vaksin, dan stem cells. Dan sesi ketiga pada 30 April 2021 dengan materi Good Clinical Practice (GCP) Inspection, yang membahas topik terkait pilot program TGA untuk inspeksi GCP, virtual inspection dan monitoring, serta kualifikasi inspektur GCP.

 

Kerja sama antara Badan POM dengan TGA ini merupakan implementasi dari Exchange of Letters kedua lembaga di bawah kerangka Indo-Pacific Regulatory Strengthening Program (IRSP) yang ditandatangani oleh pimpinan kedua lembaga pada 3 Oktober 2018. Kerja sama ini bertujuan membantu memperkuat kapabilitas National Regulatory Authority (NRA) untuk meningkatkan ketersediaan obat-obatan yang aman dan efektif melalui perbaikan pelaksanaan regulasi dan koordinasi regional.

 

Kegiatan webinar ini merupakan kelanjutan dari webinar tahun 2020 mengenai pelatihan laboratorium terkait pengujian obat, termasuk obat-obatan yang digunakan untuk COVID-19. Tahun lalu, kedua lembaga telah sepakat melakukan kolaborasi untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat menyampaikan harapan agar pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan dari webinar kali ini dapat dipelajari secara lebih mendalam dan diterapkan untuk mendukung kemajuan Badan POM. “Saya juga optimis bahwa kemitraan dengan TGA ke depan akan lebih beragam, konkret, dan kolaboratif”, ungkap Noorman Effendi.

 

Assistant Secretary, Scientific Evaluation Branch TGA, Michael Wiseman, juga menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan dan peran aktif peserta dalam seri webinar yang merupakan bentuk kolaborasi antara TGA dan Badan POM. Tentunya diharapkan agar kolaborasi ini terus berlanjut dan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana