Dalam rangka mewujudkan salah satu program Nawacita Presiden Jokowi terkait peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa–bangsa Asia lainnya, maka Badan POM ikut berpartisipasi dalam World Expo Milano (WEM) pada 30 Agustus - 3 September 2015 di Milan, Italia. Hal ini sejalan dengan visi Badan POM yaitu “Obat dan Makanan Aman, Meningkatkan Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Bangsa”.
Pagelaran pameran terbesar di dunia yang dilaksanakan 5 tahun sekali ini mengangkat tema “Feeding the Planet, Energy for Life” yang diisi dengan 147 paviliun dari 121 negara, 3 organisasi internasional, 17 CSOs (Civil Society Organizations), dan 6 perusahaan (corporate). Semenjak dibukanya WEM 2015 pada 1 Mei - 24 Agustus 2015, jumlah pengunjung Paviliun Indonesia telah mencapai 1 juta orang. Sebelumnya, pada tahun 2010 World Expo diadakan di Shanghai - RRT, sedangkan pada tahun 2020 rencananya event serupa akan dilaksanakan di Dubai - Uni Emirat Arab.
Wujud partisipasi Badan POM dalam World Expo Milano 2015 berupa Business Forum dan pameran produk Obat dan Makanan yang melibatkan industri dan asosiasi Obat dan Makanan di dalam negeri. Tema besar yang diambil oleh Badan POM adalah “The Richness of Indonesian Biodiversity for the World”. Kepala Badan POM, Roy Sparringa beserta tim yang terdiri dari delegasi Badan POM serta asosiasi dan industri berupaya mengangkat daya saing Indonesia dengan memperkenalkan pangan, kosmetika, dan obat tradisional Indonesia di kancah dunia.
Business Forum yang diselenggarakan oleh Badan POM bertujuan untuk mempertemukan industri Obat dan Makanan dalam negeri dengan para importir luar negeri. Melalui kegiatan ini diharapkan industri dan importir asing yang diundang dapat saling bertukar informasi sehingga dapat membuka pasar di luar negeri maupun menarik investor asing ke Indonesia. Selain itu, Business Forum juga bertujuan memperkenalkan Indonesia sebagai megabiodiversity terbesar di dunia dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang mempunyai banyak manfaat untuk pengembangan Obat dan Makanan seperti temulawak, kopi, kelapa, dan kosmetika. Business Forum ini dihadiri para importir dari Eropa dan Asia seperti Italia, Russia, Swiss, dan Vietnam.
Kepala Badan POM dan tim menyampaikan presentasi untuk memberikan pemahaman kepada para importir di luar negeri bahwa produk Obat dan Makanan Indonesia yang diawasi oleh Badan POM telah melalui berbagai tahap evaluasi serta pengawasan yang ketat berstandar Internasional, sehingga produk Obat dan Makanan Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik, aman, dan berkhasiat. Dengan demikian para importir tidak perlu ragu lagi untuk membeli produk Indonesia.
Selain Business Forum, Badan POM juga membuka 3 (tiga) booth untuk memberi ruang bagi industri dalam negeri dalam memperkenalkan secara langsung produk–produk mereka kepada konsumen di luar negeri, agar dapat menarik minat importir. Ketiga booth tersebut masing-masing diisi dengan komoditi obat tradisional, kosmetika, dan pangan dari beberapa industri dalam negeri. Untuk menarik perhatian konsumen, perusahaan membagi flyer dan sampel produk mereka secara gratis.
Biro Kerjasama Luar Negeri
