BADAN POM MENGIKUTI PAMERAN
DALAM RANGKA RAKERKESNAS 2010
Dalam rangka berpartisipasi dalam kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2010 yang bertempat di hotel Bidakara, Jakarta, 5-7 Mei 2010, Badan POM ikut serta baik sebagai pembicara (Kepala Badan POM RI, Dra. Kustantinah, M.App.Sc) maupun sebagai peserta pameran. Selain Badan POM, peserta pameran lainnya adalah dari Sekjen, Irjen, Direktorat/Badan di Lingkung-an Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit, dan Dharmawanita di lingkungan Kementerian Kesehatan.
Pada kegiatan pameran ini Badan POM menampilkan beberapa poster session yang menggambarkan tupoksi Badan POM secara keseluruhan, data-data hasil pengawasan Obat dan Makanan, kegiatan-kegiatan yang terkait pengawasan Obat dan Makanan serta khususnya menampilkan informasi terkait KIE (komunikasi, Informasi, Edukasi) seperti layanan pengaduan konsumen, layanan informasi obat dan informasi keracunan, surveilans keamanan pangan dan sebagainya. Terlihat pada stand Badan POM terdapat berbagai produk informasi seperti poster, leaflet, buklet, serta layanan informasi langsung dari para pramuwicara. Para pengunjung pameran sendiri adalah peserta Rakerkesnas yang berasal dari jajaran kementerian kesehatan dari seluruh Indonesia (sekitar 500 orang peserta).
Setelah membuka acara Rakerkesnas, Menteri Kesehatan, dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH., Dr. PH meninjau arena pameran dan berkesempatan membubuhkan tandatangan pada buku tamu stand Badan POM. Tercatat 300 lebih peserta juga membubuhkan tandatangan pada buku tamu tersebut.
Pada umumnya peserta tertarik dengan poster yang dibagikan cuma-cuma, yang dapat digunakan sebagai bahan untuk penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing. Leaflet yang terkait dengan tips dalam memilih produk Obat dan Makanan juga diminati banyak pengunjung, selain buletin Warta POM, buletin InfoPOM dan buletin MESO (Monitoring Efek Samping Obat). Kesempatan ini juga tidak dilewatkan oleh pramuwicara dari Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas) untuk mensosialisasikan produk informasi terstandar Badan POM yakni Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI 2008). Buku setebal 1284 halaman ini merupakan edisi revisi dari edisi tahun 2000, disusun berdasarkan data ilmiah terkini (scientific-based data) dan informasi approved label dari produk obat terdaftar yang beredar di Indonesia, yang telah disetujui oleh Badan POM melalui evaluasi keamanan, manfaat, dan mutu yang berbasiskan bukti (evidence-based medicine).
Pusat Informasi Obat dan Makanan
