Badan POM Optimalkan Pengembangan Obat Bahan Alam

12-05-2017 Hukmas Dilihat 3327 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

JAKARTA -  Sebanyak 9.600 tanaman obat telah teridentifikasi, namun baru sekitar 4.410 simplisia sebagai bahan baku obat tradisional yang telah terdaftar di Badan POM. "Kami berupaya menciptakan iklim yang kondusif untuk mengoptimalkan pengembangan obat bahan alam, mengingat potensi alam Indonesia yang besar, terutama untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)", jelas Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada Indonesia Natural Product Expo (INPE) (12/05).

 

“Salah satu bentuk keberpihakan Badan POM terhadap pelaku UMKM yaitu dengan menyediakan fasilitas pasar jamu (free booth) kepada pelaku UMKM yang memiliki kendala keterbatasan finansial dan akses pasar namun memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi”, jelas Kepala Badan POM pada laporannya kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang membuka acara tersebut.

 

Fasilitasi yang diberikan Badan POM dapat membantu para UMKM jamu melakukan promosi dan membuka pasar yang lebih luas. "Hanya dengan pemasaran yang baik, mutu yang baik, dan tentu dengan harga yang kompetitif, produk-produk natural ini bisa dikenal dunia. Dunia memang banyak berubah. Dunia tentu ingin kembali ke alam, back to nature. Inilah salah satu upaya bersama. Semoga pameran ini bermanfaat untuk kita semuanya," ungkap Wakil Presiden RI dalam sambutannya.

 

Wakil presiden mengapresiasi diadakannya INPE 2017 yang mengusung tema “Indonesian Cultural Heritage of Health and Beauty for the World" yang melibatkan beberapa Kementerian/Lembaga; peneliti; akademisi; sektor bisnis di bidang obat tradisional, kosmetik, tanaman obat; dan sektor lainnya yang tertarik untuk mengembangkan dan memproduksi obat bahan alam.

 

Dalam INPE kali ini, Badan POM juga menyediakan layanan informasi dan konsultasi tentang obat bahan alam bagi pelaku usaha/masyarakat yang ingin mengetahui tentang pengembangan obat bahan alam berdasarkan data empiris maupun data ilmiah. Pameran ini juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat umum akan manfaat Obat dan Makanan herbal dalam kehidupan sehari-hari. HM-Benny

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana