Badan POM Peduli Efek Samping Obat Tradisional

09-05-2018 Dit Insert OT, Kos dan PK Dilihat 2755 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Obat Tradisional (OT) yang merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia semakin hari semakin diminati oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan omset OT yang pada tahun 2011 sebesar 11 Triliun rupiah hingga menjadi 17 Triliun rupiah pada tahun 2016 (data Kemenperin). Di satu sisi, kita bangga karena amanat Persiden untuk menjadikan Jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri semakin terwujud. Namun, kita juga perlu mewaspadai efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan OT, baik diakibatkan langsung maupun akibat pemakaian bersama dengan obat atau produk lain. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sebagai institusi yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan, perlu mengambil langkah khusus yaitu melalui Monitoring Efek Samping Obat Tradisional (MESOT).

Bimbingan Teknis MESOT di Provinsi Banten merupakan kegiatan perdana Intensifikasi Farmakovigilans Obat Tradisional dengan melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Puskesmas. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 23 April 2018 dan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten (Bpk. dr. Sigit Wardojo, M.Kes.) didampingi oleh Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan (Ibu Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes.) dan Kepala Balai POM di Serang (Bpk. Alex Sander, S.Far., Apt.), serta diikuti oleh 40 peserta perwakilan dari Dinas Kesehatan serta petugas Puskesmas Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.

Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, akan dibentuk Jejaring Pemantauan Efek Samping OT yang beranggotakan para petugas Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota dan petugas Puskesmas sehingga kejadian akibat efek samping OT dapat terinformasi dengan baik.

Mari kita tunjukkan kepedulian kita dalam memantau dan menangani efek samping obat tradisional untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana