Badan POM Perkuat Daya Saing UMKM

08-12-2015 Hukmas Dilihat 2337 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Memasuki penghujung tahun 2015 Badan POM terus bersemangat menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) terkait Obat dan Makanan. Rangkaian KIE yang dilaksanakan kali ini bertempat di kantor Badan POM pada 7-8 Desember 2015. Kegiatan diawali dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Badan POM dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Badan POM dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

 

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan POM, Roy Sparringa, Menteri PPPA, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA, Rektor UNJ, Prof. Dr. Djaali, pejabat eselon 1 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Badan POM, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, perwakilan Asosiasi Obat Tradisional dan Pangan, perwakilan Dekan Farmasi Universitas di Jakarta, perwakilan Usaha Kecil Obat Tradisional, dan Usaha Menengah Obat Tradisional.

 

Kepala Badan POM menyampaikan bahwa penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan bentuk kelanjutan kemitraan antara Badan POM dengan KPPPA yang bertujuan untuk meningkatkan kemitraan dalam bentuk komunikasi, advokasi, dan edukasi kepada masyarakat baik konsumen maupun produsen utamanya usaha mikro, dimana peran perempuan sangat besar dalam pengawasan Obat dan Makanan. “Sekitar 75% pegawai Badan POM didominasi kaum hawa yang sangat aktif dan serius memperjuangkan kepentingan masyarakat”, jelas Roy.

 

Sementara itu kesepakatan bersama dengan berbagai perguruan tinggi terus ditingkatkan, kali ini dengan UNJ. “Peran perguruan tinggi sangat penting dalam peningkatan pendidikan sumber daya manusia dan pengabdian masyarakat, pasalnya sumber daya manusia yang cerdas dan mampu memilih produk yang dikonsumsi akan mendukung efektifitas pengawasan Obat dan Makanan”, lanjutnya.

 

Menanggapi hal itu Prof Dr Djaali sangat berterima kasih kepada Badan POM yang telah memberikan kepercayaan kepada UNJ untuk bekerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pihaknya siap menindaklanjuti kerja sama ini dalam bentuk kegiatan nyata sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Komunikasi intensif akan dilakukan UNJ dengan Badan POM sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap progam pemerintah, khususnya di Jakarta.

 

Sementara itu, Prof. DR. Yohana Susana Yembise berharap kesepakatan bersama dengan Badan POM terkait Implementasi Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak di bidang Obat dan Makanan dapat meningkatkan peran perempuan Indonesia. Pasalnya sejarah mencatat bahwa perempuan Indonesia terus mengalami kemajuan dari masa ke masa. Hal ini salah satunya ditandai dengan meningkatnya perempuan Indonesia yang menduduki posisi strategis di pemerintahan.

 

Ia sangat mengapresiasi kontribusi perempuan dalam pengawasan Obat dan Makanan di Badan POM. Jika melihat komposisi pegawai Badan POM yang didominasi perempuan, maka ia optimis Indonesia bisa merealisasikan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan atau yang lebih dikenal planet 50 : 50 pada 2030 mendatang. Namun demikian beberapa isu perempuan antara lain Kekerasan Dalam Rumah Tangga, perdagangan perempuan, dan kematian ibu harus diperhatikan secara lebih serius.

 

Dalam rangkaian kegiatan KIE ini juga terdapat fasilitas food safety corner sebagai wahana edukasi keamanan pangan, di mana tersedia materi informasi berupa leaflet, poster, majalah, buku, dan video. Selain itu diadakan lomba cerdas cermat sebagai evaluasi pemahaman peserta UMKM OT pada kegiatan sosialisasi dan pendampingan teknis 2015 tentang sanitasi higienis, dokumentasi, dan regulasi. Berikutnya, seminar ilmiah tanaman obat pegagang sebagai forum komunikasi dan dialog diantara peneliti dibidang obat bahan alam dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia industri.

 

Penyelenggara juga menggelar bazar produk unggulan UMKM OT, kosmetik, dan pangan IRT yang bertujuan untuk mempromosikan produknya sehingga dapat bersaing di pasar nasional dan global. “Banyak jamu, kosmetik, dan pangan yang tidak hanya sebatas kekayaan budaya, namun mampu menjadi produk unggulan UMKM yang bernilai ekonomi dan berkontribusi signifikan bagi peningkatan taraf ekonomi, lapangan pekerjaan dan pendapatan nasional,” tutup Roy. HM-20

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana