BALIGE – Dari sejumlah makanan yang disampling, masih ditemukan mi kuning basah yang mengandung formalin berdasarkan uji cepat di mobil laboratorium keliling Badan POM. Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito yang melakukan sampling langsung tegaskan kepada para pedagang Pasar Balige di daerah Toba Samosir agar hanya menjual pangan yang aman. Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian sampaikan pihaknya akan fokus menjaga pangan aman dari bahan berbahaya dalam rangka otorita daerah destinasi wisata. "Kami akan menindaklanjuti temuan tersebut", tegasnya (22/05).
Untuk meminimalisir penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan, Badan POM terus melakukan pengawasan pangan secara rutin dan mengupayakan payung hukum untuk perkuat tim terpadu pengawasan bahan berbahaya. "Secara mandiri tim satgas ini dapat memberikan sanksi atas penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan", jelas Kepala Badan POM.
Program pasar aman dari bahan berbahaya yang digagas Badan POM sejak tahun 2013 merupakan program prioritas nasional pemerintah yang tertuang dalam RKP 2017 dan akan terus mengintensifkan kontribusi aktif dari pemangku kepentingan lainnya.
Tujuan program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya adalah mewujudkan pasar yang bersih, nyaman, sehat, dan aman dari bahan berbahaya melalui pemberdayaan komunitas pasar agar mampu melaksanakan pengawasan mandiri terhadap bahan berbahaya dan pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Pada kesempatan yang sama Kepala Badan POM memberikan rapid test kit kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Marsarasi simanjuntak dan pengelola pasar.
Setelah kunjungan ke pasar Balige, Kepala Badan POM menyampaikan kepada lintas sektor terkait, pendamping desa, dan pengelola pasar saat membuka acara Bimbingan Teknis Desa Pangan Aman, bahwa Pengawasan Obat dan Makanan bukan semata tugas Badan POM, melainkan tanggung jawab bersama. "Jadilah penjaja yang peduli Obat dan Makanan aman terutama daerah Toba Samosir yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional. Selain menyuguhkan wisata alam, mari kita ajak para wisatawan yang berkunjung untuk menikmati wisata kuliner yang bebas dari bahan berbahaya”, tukas Kepala Badan POM.
“Diperlukan peran aktif pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan Obat dan Makanan, peran aktif pelaku usaha untuk memproduksi Obat dan Makanan yang aman, serta kepedulian masyarakat untuk hanya mengonsumsi Obat dan Makanan yang aman”, tutup Kepala Badan POM. HM-Rahman
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
