Bangun Kerja Sama, Kepala Badan POM Kunjungi Daerah Perbatasan Vanimo, Papua Nugini.

19-06-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 1859 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jayapura - Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) SKOUW serta melakukan kunjungan ke RS Vanimo di Papua Nugini (19/06) dalam rangka meningkatkan pengamanan produk obat dan kemitraan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG).

 

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto; Konsulat Jendral RI di Vanimo, Abrahal Lebelauw; Kepala Biro Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai; serta Kepala Administrator PLBN Skouw, Yan Z. Numberi

 

Penny K. Lukito mengingatkan bahwa Badan POM mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengawasan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah perbatasan.

 

"Untuk meningkatkan pengawasan obat di perbatasan wilayah timur Indonesia, Badan POM melakukan penguatan kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk kerjasama dengan mitra negara tetangga yaitu Papua Nugini," ujarnya.

 

Dengan menggandeng para pemangku kebijakan dari berbagai lintas sektor baik dari dalam dan luar negeri, Badan POM berupaya meningkatkan pengamanan produk obat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan kerjasama wilayah Timur di perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang dirangkai dalam program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) Badan POM untuk Papua Nugini.

 

Setelah melakukan kunjungan ke wilayah Vanimo, Penny K. Lukito melakukan diskusi secara intensif terkait potensi dan kerjasama yang perlu dikembangkan dengan negara tetangga Papua Nugini. Dalam diskusi tersebut, Santo Darmosumarto mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri mengharapkan dukungan Badan POM dalam melakukan diplomasi ekonomi.

 

“Merupakan peran Badan POM untuk mendukung Kemlu mewujudkan diplomasi ekonomi, bagaimana pihak-pihak BUMN atau swasta dapat melakukan ekspansi bisnisnya karena mempunyai potensi di beberapa negara seperti Fiji, Caledonia Baru, dan negara-negara kawasan Pasifik lainnya. Kami siap membantu apa yang menjadi niat Badan POM,” ujar Santo Darmosumarto.

 

Abrahal Lebelauw Konsulat Jendral RI di Vanimo mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala Badan POM, yang merupakan pemimpin perempuan yang telah mengunjungi Vanimo. "Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi tinggi sekali atas kunjungan ibu Kepala Badan POM, karena ibu lah pemimpin perempuan pertama yang mengunjungi kami di Vanimo,” ungkap Abrahal Lebelauw.

 

Selanjutnya Abrahal menceritakan bahwa pihak rumah sakit Vanimo sangat berterima kasih dengan Indonesia karena telah banyak membantu di bidang kesehatan dan bisa menjadi potensi untuk memasukkan produk farmasi Indonesia ke Papua Nugini. “Indonesia merupakan tetangga yang sudah banyak sekali menolong khususnya di bidang kesehatan. Hal ini merupakan peluang yang sangat besar,” terangnya.

 

Suzana Wanggai menceritakan selama ini ada ketakutan pengusaha dan masyarakat kita seolah kondisi keamanan tidak kondusif. "Ada ketakutan bahwa masuk ke Papua Nugini ada ini dan itu. Sedangkan dari negara yang jauh sudah melakukan beberapa hal contohnya bisnis. Padahal Indonesia satu rumah dan satu daratan dengan kita. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Badan POM, karena Ibu sudah sangat berani masuk sampai ke Papua Nugini, dan hal ini akan saya laporkan kepada Bapak Gubernur,” jelasnya.

 

Kepala Badan POM berharap kunjungan ini dapat mempertegas kesiapan Badan POM dalam mengawal keamanan obat dan makanan di wilayah perbatasan yang lebih baik, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Papua Nugini. (HM-Hasibuan)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana