BASIC FOOD SAFETY RISK ASSESSMENT TRAINING

01-06-2015 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 1983 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Badan POM berkolaborasi dengan South East Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST Center) dan International Life Sciences Institute (ILSI) Southeast Asia Region menyelenggarakan Basic Food Safety Risk Assessment Training di Bogor pada tanggal 27-29 Mei 2015. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, dan Badan POM.

 

Pembukaan pelatihan diawali dengan pengantar Direktur SEAFAST Center, Prof Dr Purwiyatno Hariyadi, yang mengungkapkan bahwa kita perlu bekerja secara ilmiah di manapun kita bekerja baik di sektor pemerintah, swasta, maupun perguruan tinggi. ILSI SEA Region Executive Director, Mrs Boon Yee Yeong, dalam sambutannya menyampaikan komitmen ILSI dalam pengembangan kapasitas keamanan pangan di Indonesia, khususnya kajian risiko keamanan pangan, sebagai dukungan nyata ILSI dalam penguatan Indonesia Risk Assessment Center (INARAC). Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM, Halim Nababan, menyampaikan penghargaan kepada SEAFAST Center dan ILSI SEA Region atas kontribusi positifnya mendukung penguatan kapasitas kajian risiko keamanan pangan tidak hanya bagi Badan POM tetapi juga instansi pemerintah lainnya.

 

Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Badan POM, SEAFAST Center, dan ILSI SEA Region. Topik pelatihan ini meliputi ilmu tentang kebijakan analisis risiko keamanan pangan di Indonesia, pengenalan prinsip analisis risiko, isu terkini tentang bahaya kimia maupun mikrobilogi pada pangan, kerangka kerja kajian risiko kimia dan mikrobiologi, serta pengenalan analisis data untuk kajian risiko. Selain kuliah, peserta juga berlatih melakukan kajian risiko sederhana dengan topik studi kasus: 1) kadmium pada pangan yang dikonsumsi anak sekolah untuk kajian risiko kimia dan 2) Bacillus cereus pada nasi untuk kajian risiko mikrobiologi. Peserta pelatihan diharapkan mendapat ilmu dan pencerahan tentang perkembangan bahaya kimia dan mikrobiologi pangan terkini serta pengetahuan dan pemahaman dasar kajian risiko keamanan pangan untuk dapat diterapkan di tempat tugasnya masing-masing setelah mengikuti pelatihan ini.

 

-- Dit. Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan --

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana