Bersama, kita lakukan sesuatu yang besar untuk kepentingan dan kemajuan nasional

28-02-2014 Hukmas Dilihat 2399 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Bersama, kita lakukan sesuatu yang besar untuk kepentingan dan kemajuan nasional

“Dilihat dari konsep ABG atau Academic, Business, and Government, salah satu penyebab lambatnya perkembangan dan pengembangan obat dan bahan baku obat adalah kurang optimalnya peran Badan POM dalam mengakselerasi kebutuhan yang diperlukan. Karena itu, Badan POM ingin memperkuat regulasi pengembangan obat dan bahan baku obat serta pengawasannya, dengan mengajak semua pihak untuk bekerja sama, termasuk dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai institusi pendidikan. Badan POM ingin membangun kerja sama konkrit dengan ITB dalam berbagai program kegiatan terutama di bidang pengawasan Obat dan Makanan”, demikian disampaikan Kepala Badan POM,  Roy  Sparringa, saat berkunjung ke Sekolah Farmasi (SF) ITB Jumat 28 Februari 2014.

 

Dalam kunjungan ini, Roy Sparringa yang didampingi oleh Bahdar Johan, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemn, meminta masukan dan saran dari SF ITB untuk perbaikan Badan POM baik dari sisi kebijakan maupun pelaksanaan pengawasan. Badan POM sebagai science based organization, perlu lebih banyak berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sebelum ini, Badan POM bertemu dengan Pihak Universitas Padjadjaran terkait hal yang sama.

 

Kunjungan dan keingingan Badan POM tersebut disambut baik oleh Daryono Hadi Tjahjono, Dekan SF ITB beserta jajarannya, karena sejalan dengan salah satu tujuan ITB, yaitu bekerja sama dengan institusi pemerintah. Kerja sama SF ITB dengan Badan POM sendiri sebenarnya telah berjalan cukup lama, antara lain terkait bidang standardisasi fitofarmaka dan pengembangan metode analisis. Bahkan pada tahun 2013, ITB dan Badan POM telah menandatangani kesepakatan bersama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Ke depan ada banyak hal yang bisa dilakukan Badan POM bersama SF ITB. Diantaranya dalam pembuatan roadmap pengembangan obat dan bahan baku obat, pemanfaatan potensi herbal dan bioteknologi Indonesia yang luar biasa, pembangunan capacity building, pembinaan terhadap UMKM, peningkatan kompetensi SDM serta pengujian dan pengembangan laboratorium, termasuk identifikasi dan uji cepat obat palsu.

 

Agar kerja sama ini dapat menghasilkan sesuatu yang besar untuk kepentingan dan kemajuan nasional, harus tumbuh rasa saling percaya diantara SF ITB dan Badan POM. Tanpa hal ini, akan sulit untuk bisa memberikan hasil yang konkrit untuk masyarakat. HM-05

 

Biro Hukum dan Humas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana