Klaten - Peringatan Hari Gizi Nasional di Kabupaten Klaten dihadiri oleh Menko PMK dan Kepala BPOM, Jumat (01/03). Bertempat di Alun-alun Klaten, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan bangsa Indonesia melalui pemahaman masyarakat mengenai peningkatan asupan gizi serta kesadaran dalam konsumsi obat dan pangan yang aman.
Kegiatan diisi dengan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang pangan oleh BPOM dan Dinas Kesehatan melalui booth-booth yang telah disediakan. Kegiatan diawali dengan senam 5 kunci keamanan pangan oleh BPOM yang diikuti ribuan peserta dari Klaten dan sekitarnya.
"BPOM mengapresiasi pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Klaten yang mendorong program keamanan dan gizi pangan," jelas Kepala BPOM dalam sambutannya.
Acara kemasyarakatan ini dihadiri oleh 1.000 kader kesehatan di Kabupaten Klaten dan 2.000 orang peserta, terdiri dari 1.000 pasang ibu dan anak, 50 peserta Generasi Berencana (GenRe), 300 penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 550 penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta 100 Kader Kesehatan Posyandu.
Di depan peserta, Menko PMK sampaikan bahwa kita harus bersama-sama memastikan pangan yang aman dan bergizi bagi anak. "Dengan begitu kita sudah turut serta dalam mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik lagi", pungkasnya.
Dukungan BPOM untuk mencapai hal tersebut adalah melalui jaminan obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan yang aman. BPOM selalu siap melaksanakan tugas pengawasan obat dan makanan di wilayah Indonesia.
"Bersama masyarakat, BPOM melakukan komunikasi, informasi dan edukasi agar masyarakat menjadi konsumen obat dan makanan yang cerdas dan kritis. Semua ini dilakukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera," tambah Penny K. Lukito. (HM-Hendriq)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
