Jakarta - Badan POM bersama Persit Kartika Chandra Kirana menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) keamanan pangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Wisma Kartika (Kantor Persit Pusat) Rabu (04/12). Acara dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha (PMPU) Dewi Prawitasari, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Hetty Andika Perkasa, Wakil Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Dewi Tatang Sulaiman, perwakilan Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kota Administrasi Jakarta Selatan, serta perwakilan Balai Besar POM di Jakarta.
Dalam sambutannya, Direktur PMPU menyampaikan bahwa bimtek ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk realisasi MoU Badan POM dengan Persit Kartika Chandra Kirana. “Kami menyampaikan terima dan apresiasi atas kerja sama Persit Kartika Chandra Kirana. Salah satu tugas Badan POM sesuai MoU adalah memberikan edukasi kepada seluruh jajaran Persit Kartika Chandra, diantaranya melalui bimtek keamanan pangan,” ujarnya.
Lebih lanjut Dewi Prawitasari memaparkan bahwa potensi risiko keamanan pangan dapat terjadi di setiap rantai suplai pangan. “Agar pangan tetap aman, bermutu, dan bergizi hendaknya dilakukan pembinaan dan pengawasan secara komprehensif dan terus menerus. Proses pembangunan keamanan pangan dapat dimulai dari tingkat individu, keluarga, hingga masyarakat sesuai amanat UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan,” jelasnya.
Kegiatan pemberdayaan komunitas masyarakat untuk pembangunan keamanan pangan ini sejalan dengan Nawacita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan Nawacita yang ke-7, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, antara lain: pangan, energi, dan keuangan.
Sementara itu, Ketua Umum Persit Kartika Chandra mengungkapkan antusiasnya. “Hari ini kita bisa berkumpul untuk mendapat pencerahan dari Badan POM tentang keamanan pangan. Saya sangat berharap ibu-ibu dapat mengajak teman dan kerabat untuk ikut mendukung keamanan pangan,” tukasnya.
“Banyaknya anggota Persit yang memiliki usaha pengolahan pangan dan menciptakan aneka makanan olahan seperti aneka roti, keripik, sambal tahu bakso, dan lainnya. Mereka ini memiliki potensi usaha cukup besar dan mumpuni,” lanjut Ketua Umum Persit Kartika Chandra.
“Ke depan, pemberdayaan UMKM perlu ditingkatkan dan dijadikan pilot project untuk program Keamanan Pangan. Pelaku usaha, termasuk UMKM harus selalu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, serta bertanggung jawab dalam mendukung suplai pangan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi masyarakat Indonesia, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal,” ungkap Direktur PMPU. “Marilah kita bersama-sama bersinergi mewujudkan pangan aman, untuk konsumsi pangan yang aman bagi masyarakat Indonesia.” tutupnya. (HM-Faisal)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
