Bersinergi Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Bangsa

08-03-2016 Hukmas Dilihat 2328 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Rakernas Badan POM tahun 2016 yang diselenggarakan mulai tanggal 29 Februari sampai 4 Maret 2016 telah berakhir. Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk menindaklanjuti hasil Rakernas tersebut agar cita-cita peningkatan derajat kesehatan serta peningkatan daya saing bangsa dapat terwujud.

Rakernas yang mengusung tema "Sinergitas Kemitraan Pengawasan Obat dan Makanan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Sehat Manusia Indonesia dan Daya Saing Bangsa" dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan, Nila Moeloek dan dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Kepala Badan POM, Roy Sparringa mengatakan bahwa penyusunan program prioritas yang mumpuni pun tidak cukup bila tidak didukung sinkronisasi dan sinergitas dengan program dan kegiatan pemangku kepentingan lainnya. Terkait hal itu, pada Rakernas kali ini Badan POM juga mengundang Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bapeda seluruh Indonesia untuk urun rembug menyusun rencana kerja yang saling bersinergi sehingga luaran dari program diharapkan dapat makin besar.

Sebagai perbaikan ke dalam, Kepala Badan POM menyampaikan perubahan paradigma pengawasan yang dilakukan Badan POM dari watch dog control menjadi proactive control melalui pengawasan berbasis risiko yang lebih fokus pada strategi preventif dan penguatan Sistem Pengawasan Obat dan Makanan. Untuk itu bersama dengan seluruh pejabat Eselon I dan II, Kepala Balai Besar/Balai POM seluruh Indonesia, dan seluruh peserta Rakernas, Badan POM menyusun rencana kerja yang mengacu arahan Presiden RI dengan pendekatan pembangunan yang holistik-tematik, terintegrasi dan spasial.

Hal tersebut mengemuka dalam paparan yang disampaikan oleh Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas, Dr. drg. Theresia., MPH. Untuk itu Badan POM meningkatkan pengawasan Obat dan Makanan lebih ke hulu dengan menetapkan 5 pokok kebijakan untuk tahun 2017 yaitu pemantapan implementasi pengawasan berbasis risiko, sharing responsibility dengan pelaku usaha, intensifikasi pemutusan rantai pasokan dan permintaan produk Obat dan Makanan ilegal dan palsu, intensifikasi koordinasi dan jejaring dengan pemangku kepentingan dalam dan luar negeri, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Obat dan Makanan. 

Untuk memeriahkan Rakernas kali ini dilakukan pula berbagai kegiatan seperti talkshow yang dipandu oleh Sandrina Malakiano, lomba foto kinerja, lomba booth pameran edukasi, serta pemilihan pramujaga favorit.

Semoga hasil Rapat Kerja Nasional ini dapat segera ditindaklanjuti oleh semua pihak sebagai acuan dalam penyelenggaran kegiatan pengawasan Obat dan Makanan baik di tingkat pusat maupun di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi upaya kita semua. (HM-Sandhyani)

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana