JAKARTA – Badan POM menggelar bilateral meeting dengan Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) Japan di Kantor Badan POM (17/05). Pertemuan ini merupakan lanjutan dari "The 3rd Indonesia - Japan Joint Symposium” yang dilaksanakan di Jakarta (16/05). Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito memimpin jalannya pertemuan yang dihadiri oleh Chief Executive PMDA, Tatsuya Kondo beserta jajarannya.
Kepala Badan POM ingin kerja sama ini difokuskan pada regulatory sains dan inovasi agar pengawasan obat semakin kuat. Japan memiliki kekuatan dalam bidang teknologi dan pertukaran pengetahuan. Industri farmasi Japan juga memiliki keunggulan kompetitif untuk produksi obat berkualitas tinggi. Hal ini tidak terlepas dari peran dan kekuatan pengawasan PMDA Japan.
“Kami ingin industri farmasi Japan berinvestasi di Indonesia dan akan terus meningkatkan kualitas produknya untuk kepentingan terbaik bagi pasien di Indonesia,” jelasnya.
Badan POM juga terus berupaya meningkatkan pelayanan publik. Upaya percepatan evaluasi obat baru oleh PMDA Japan sangat bermanfaat sebagai referensi penetapan kebijakan di Badan POM. Percepatan evaluasi obat baru di PMDA Japan dari 800 hari menjadi 300 hari. Sementara evaluasi obat baru di Badan POM berkisar 300 - 600 hari. Efisiensi waktu bisa dilakukan dengan mekanisme joint evaluation. Badan POM telah melakukan joint evaluation dengan Australia, Thailand, Malaysia, Brazil, Meksiko, dan Filipina.
Chief Executive PMDA Japan sangat menyambut baik keinginan Badan POM untuk menjalin kerja sama terkait regulatory sains dan inovasi dan berharap kerja sama ini bisa mempererat hubungan Badan POM - PMDA, terlebih kerja sama Indonesia - Japan. Secara khusus bahkan PMDA Japan meminta Badan POM ikut serta dalam pertemuan dengan Sekretariat ASEAN di Jakarta.
Selain dengan Japan, Badan POM aktif menjalin kerja sama bilateral dengan beberapa negara yaitu Australia, Korea, New Zealand, Kazakhstan, Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat. Badan POM juga aktif memberikan bantuan capacity building untuk Timor Leste. “Kami juga baru saja berkomunikasi dengan USS FDA untuk menjalin kerja sama terkait penguatan di bidang penindakan hukum. Kerja sama ini merupakan dukungan pengawasan bagi dunia internasional," tutup Kepala Badan POM. HM-Fathan.
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.
