Nias - BPOM menggelar rangkaian edukasi pangan aman di Pulau Nias, Jumat (19/08/2022). Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang menekankan dalam sambutannya bahwa suatu wilayah yang aman ditentukan juga oleh produk makanan yang aman. Untuk itu, BPOM mengajak masyarakat Gunungsitoli, Pulau Nias menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA).
Pangan aman merupakan kebutuhan dasar dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan SDM berkualitas harus diupayakan sejak dini, khususnya pada anak usia sekolah, dengan pemenuhan kebutuhan pangan aman dan bernutrisi seimbang. Perlu adanya peran serta semua pihak dalam memastikan keamanan pangan mulai dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Keamanan pangan di daerah menjadi prioritas BPOM berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Sinergi pengawasan terus diperkuat untuk menjamin kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas SDM, dan daya saing produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
"Kami mengharapkan Pemerintah Kota Gunungsitoli sebagai mitra strategis BPOM dapat mereplikasi kegiatan Germas Sapa di desa, pasar, dan sekolah untuk pembangunan kesehatan dan SDM unggul di daerah," jelas Rita.
BPOM menginisiasi GERMAS SAPA sejak 2017 sebagai gerakan berbasis komunitas masyarakat. Program ini mencakup tiga kegiatan, yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah. Penerapannya dilakukan secara terpadu melalui pengawasan pangan beredar dan pembinaan pelaku usaha (produsen, distributor, ritel termasuk pasar), serta pemberdayaan kader dan komunitas masyarakat, termasuk generasi muda di rumah tangga dan sekolah.
Saat ini, kota Gunungsitoli memiliki 90 sarana industri rumah tangga pangan, 63 sarana depot air minum, 36 sarana apotek, dan 8 sarana toko obat. Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungsitoli, Oimonaha Waruwu menyebut pembinaan dan pengawasan seluruh sarana industri rumah tangga pangan, khususnya di Gunungsitoli, harus tetap dilakukan.
Sekda Gunungsitoli berharap agar BPOM dapat memperhatikan daerahnya dalam pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam mendukung pembinaan pengawasan produk pangan. “Kami juga berharap kepada BPOM agar memberikan dukungan kepada pelaku usaha UMKM, sehingga produk yang dihasilkan dapat dikenal di level nasional maupun internasional, sekaligus memfasilitasi laboratoratorium dan penyediaan kantor perwakilan BPOM di Kepulauan Nias,” jelasnya.
Merespon hal tersebut, Rita Endang menyampaikan adanya dukungan DAK Non-Fisik Pengawasan Obat dan Makanan bagi pemerintah daerah. Berdasarkan pemantauan, Kota Gunungsitoli belum pernah menerima DAK Non-Fisik POM. "Kami mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mengupayakan pemenuhan kriteria untuk dapat mengusulkan DAK Non-Fisik POM dengan pengawalan BBPOM di Medan," ucapnya.
Sebagai tindak lanjut pengawasan, BPOM telah melakukan pendampingan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan izin edar kepada pelaku UMKM pangan olahan di Gunungsitoli. Pada hari ini, BPOM menyerahkan empat Nomor Izin Edar (NIE) produk pangan olahan dan dua sertifikat CPPOB kepada pelaku UMKM di Gunungsitoli.
"Seluruh UMKM yang menerima NIE dan sertifikat CPPOB agar selalu menerapkan praktik yang baik serta memenuhi ketentuan," imbau Rita.
Dalam kesempatan ini, BPOM juga menyerahkan maket sampel pangan mengandung bahan berbahaya sebagai sarana edukasi bagi pedagang pasar, serta rapid test kit pengujian bahan berbahaya pada pangan (boraks, formalin, methanyl yellow, dan Rhodamin B) kepada Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Kota Gunungsitoli. Pelatihan Penggunaan Rapid Test Kit telah diberikan bagi pengelola serta petugas pasar, sehingga dapat secara mandiri melakukan rapid test dalam rangka pengawasan produk pangan yang beredar di pasar.
Selain itu, BPOM memberikan materi edukasi, seperti Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah untuk Pencapaian Nutrisi Seimbang, Komik Kantin Sekolah, dan Buku 5 Kunci Keamanan Pangan. "Kami mengharapkan alat dan produk edukasi ini, serta partisipasi pada kegiatan hari ini dapat meningkatkan motivasi, komitmen, dan peran aktif untuk turut mewujudkan keamanan dan mutu pangan di Kota Gunungsitoli," tutupnya. (HM-Fathan)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
