BPOM Berhasil Raih 7 Penghargaan di Anugerah Humas Indonesia 2024

15-10-2024 Dilihat 938 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Yogyakarta – BPOM kembali mengukir prestasi dengan membawa pulang 7 penghargaan dari ajang kompetisi Humas Indonesia, Jumat (11/10/2024). Ketujuh penghargaan tersebut diberikan pada The 6th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2024 yang bertema “Profesionalisme Humas untuk Indonesia Emas” di Kota Pelajar, Yogyakarta.

Dalam ajang AHI 2024, BPOM berhasil meraih 7 penghargaan di berbagai kategori sebagai pengakuan atas kinerja dan inovasi dalam pelayanan informasi publik. BPOM mendapatkan 3 penghargaan dengan predikat Gold Winner, yaitu Kategori Program Kehumasan Pemerintah Subkategori Lembaga; Kategori Pelayanan Informasi Publik Subkategori Ruang Pelayanan Informasi Publik, dan Kategori PPID Terbaik Subkategori PPID Pelaksana Terbaik yang diraih Balai Besar POM di Bandar Lampung.

Selain itu, predikat Silver Winner diraih BPOM untuk Kategori Kanal Digital Subkategori Media Sosial Instagram. Untuk predikat Bronze Winner, BPOM juga meraih 3 penghargaan, yaitu Kategori Pelayanan Informasi Publik pada Subkategori Laporan Pelayanan Informasi Publik, Subkategori Pengelolaan dan Penyajian Informasi Publik, serta Kategori PPID Terbaik, Subkategori PPID Utama.

Penghargaan ini diperoleh setelah melalui serangkaian seleksi dan penjurian oleh dewan juri pada 9–10 September 2024. BPOM berhasil menorehkan 7 karyanya masuk dalam 106 karya terbaik AHI 2024 dari keseluruhan 240 karya yang dikirimkan oleh  62 instansi.

Founder & Chief Executive Officer AHI Asmono Wikan menjelaskan bahwa AHI 2024 merupakan barometer pencapaian tertinggi bagi kinerja departemen komunikasi publik/biro humas/dinas komunikasi dan informatika. Ia menekankan bahwa ajang ini menggunakan penilaian berbasis penjurian dengan dewan juri yang terdiri dari para pakar humas/public relations (PR), pakar komunikasi publik, jurnalis senior, akademisi senior, dan pakar branding.

“Kehadiran kompetisi ini diharapkan dapat mendorong terciptanya humas yang strategis dan kontributif bagi reputasi positif segenap institusi publik dan perusahaan milik negara/daerah,” jelas Asmono Wikan. 

Ajang AHI 2024 diikuti oleh 62 lembaga publik di tingkat kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi negeri, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta badan layanan umum. AHI ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan profesionalisme di bidang kehumasan. 

Asmono Wikan turut mengungkapkan bahwa penghargaan AHI 2024 menunjukan kerja kehumasan pemerintah dan instansi yang dilakukan secara konsisten dan relevan. Oleh karena itu selain sebagai ajang unjuk prestasi, penghargaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“AHI 2024 yang mempertandingkan kerja-kerja ketentuan informasi publik, akan menjadi modalitas bagi kita semua untuk membuktikan bahwa kerja-kerja di komunikasi itu berdampak pada publik,” ujar Asmono Wikan lagi dalam sambutannya. 

Selain mendapatkan 7 penghargaan, BPOM juga menjadi best presenter dan salah satu pemateri dalam sesi Workshop AHI 2024 yang bertema “The Art of Communications: Insight from AHI Award Winners”. Presenter BPOM Eka Rosmalasari memaparkan materi Program Kehumasan bertajuk “Boleh Coba yang Viral Tapi Jangan Abai” yang mengantarkan BPOM memperoleh predikat Gold Winner pada ajang AHI ini. Materi tersebut membahas studi kasus jasa titipan (jastip) produk makanan asal Thailand yang sempat viral di awal tahun 2024. Materi ini juga mencakup pentingnya pemahaman tentang program kehumasan pemerintah, tantangan yang dihadapi, serta kiat praktis dalam menjalankan program kehumasan pemerintah.

Prestasi BPOM di AHI 2024 tidak hanya mengukuhkan peran penting BPOM dalam pengawasan obat dan makanan, tetapi juga menunjukkan kemampuan BPOM dalam menyampaikan informasi seputar obat dan makanan dengan cara yang inovatif dan efektif. Mengingat obat dan makanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, BPOM terus berupaya menjadikan komunikasi publik sebagai alat untuk membangun masyarakat Indonesia yang sehat. 

Dengan kemenangan ini, BPOM semakin menegaskan komitmen untuk meningkatkan kinerja di bidang komunikasi publik. BPOM bertujuan menciptakan ekosistem pengawasan obat dan makanan yang lebih baik di masa mendatang, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek layanan yang diberikan. Dengan semangat inovasi dan dedikasi yang tinggi, BPOM siap memperkuat kehumasan dan komunikasi publik untuk memastikan masyarakat selalu terinformasi dan terlindungi. (HM-Devi)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana