BPOM Berikan Sertifikat CPOB kepada Instalasi Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM

26-07-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 2138 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia hadir pada kegiatan “Harmony in Stem Cell” yang diselenggarakan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis (25/7/2024). Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala BPOM menyerahkan Sertifikat Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) kepada Direktur Utama RSCM Supriyanto Dharmoredjo untuk Fasilitas Instalasi Kedokteran Sel Punca yang dikembangkan oleh Instalasi Teknologi Kedokteran (ITK) RSCM.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI Yuli Astuti Saripawan; Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Djagad Prakasa Dwialam, dan Direktur Portofolio, Produk, Layanan Kimia Farma Jasmine K Karsono. Selain itu, hadir pula Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2016-2019 Enggartiasto Lukita, Kepala Instalasi Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM Ismail Hadisoebroto Dilogo, dan Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM Tri Asti Isnariani.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPOM menyebut bahwa fasilitas ini menjadi milestone pengembangan terapi sel punca di Indonesia, khususnya di lingkup rumah sakit. Teknologi sel punca ini merupakan inovasi yang sangat menjanjikan bagi kemajuan dunia kesehatan dan digunakan sebagai terapi untuk penyakit, seperti peradangan sendi, jantung, gangguan syaraf, stroke, dan kanker.

“Selamat kepada ITK Sel Punca RSCM yang telah memperoleh Sertifikat CPOB. Inovasi dalam penggunaan sel punca, sel, dan turunannya sangat berpotensi memberikan manfaat besar untuk kemajuan dunia kesehatan. Saat ini, produksi produk sel yang berstandar good manufacturing practices (GMP) masih sedikit dan baru ada untuk industri farmasi non-rumah sakit. Jadi, [RSCM] ini yang pertama untuk rumah sakit,” tutur Rizka.

Dukungan BPOM kepada RSCM telah diberikan sejak 2015 dalam penyiapan fasilitas produksi sel punca. Dukungan tersebut diimplementasikan dalam diskusi, asistensi regulatori, desk prasertifikasi, hingga inspeksi CPOB. Upaya-upaya tersebut menjadi bukti komitmen BPOM turut mendorong hadirnya fasilitas produksi baru, khususnya sarana pengolahan sel punca, di Indonesia. 

Direktur Utama RSCM merespons perolehan Sertifikat CPOB dengan menyatakan komitmennya dalam memajukan teknologi berbasis sel punca ini. Menurutnya, pengembangan terapi sel punca merepresentasikan visi RSCM untuk selalu memberi perawatan terbaik bagi pasien dan menjadi yang terdepan dalam kemajuan dunia medis dan kedokteran di Indonesia. 

“Dengan sudah terbitnya CPOB dari BPOM, harapan kami agar produksi yang dilakukan lebih terkontrol, aplikasi terkontrol, output, dan outcome juga akurat. Jadi, bisa untuk mendukung segera terwujudnya praktik kedokteran berbasis bukti (evidence based) di Indonesia,” ujar Supriyanto.

“Melalui pengawalan dan pendampingan intensif dari BPOM, hingga kini telah ada 3 fasilitas pengolahan sel punca yang tersertifikasi CPOB, yaitu Bifarma Adiluhung, Prodia Stem Cell, dan ITK Sel Punca RSCM. BPOM mengharapkan CPOB diterapkan secara konsisten untuk menjamin fasilitas produksi menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Dengan bertambahnya fasilitas tersertifikasi CPOB, kita berharap visi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mandiri dalam layanan terapi regeneratif dapat terwujud,” tukas Rizka lagi. 

Direktur Portofolio, Produk, Layanan Kimia Farma Jasmine K Karsono, pada kesempatan ini, juga menyebut dukungan dari pihaknya dalam investasi dan manufacturing untuk pengembangan sel punca yang merupakan bentuk kerja sama antara sektor akademi-pemerintah-rumah sakit. “Inovasi stem cell ini merupakan inovasi yang baru, dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan penyembuhan tidak dengan obat saja, tapi juga melalui terapi stem cell. Investasi dan manufacturing dari Kimia Farma harapannya dapat menopang terwujudnya kolaborasi yang baik dan nantinya segera dapat mendistribusikan produk stem cell ini ke seluruh indonesia,” harap Jasmine.

Peluncuran fasilitas Stem Cell RSCM-Kimia Farma ditandai dengan seremoni penekanan tombol yang dilakukan bersama oleh Plt. Kepala BPOM, Direktur Utama RSCM, dan Direktur Portofolio, Produk, Layanan Kimia Farma. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari beberapa narasumber terkait dengan pengembangan sel punca. Rangkaian kegiatan hari ini diharapkan dapat memantik industri farmasi lainnya, terutama sektor swasta, untuk turut mengembangkan kemampuan teknologinya dan berkontribusi dalam penyediaan terapi berbasis sel punca di Indonesia. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana