Sabtu, 16 Januari 2016, Universitas Gajah Mada menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Prospek Industri Farmasi Indonesia”. Bertempat di Ruang Bulaksumur, Gajah Mada University Club Hotel, Yogyakarta, seminar ini diadakan sebagai penghormatan bagi dosen yang telah memasuki purna tugas di Universitas Gajah Mada. Kali ini penghormatan diberikan kepada Dr. Sampurno, MBA., Apt, mantan Kepala Badan POM periode 2001-2006, yang telah memasuki masa purna tugas sebagai Dosen Fakultas Farmasi UGM. Seminar nasional ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Farmasi, Mahasiswa program Apoteker, Dosen Fakultas Farmasi UGM, serta pelaku usaha Industri Farmasi.
“Besar harapan kami, seminar ini dapat memberikan wawasan mengenai evaluasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk juga bagaimana peluang dan juga tantangan industri farmasi mengenai penerapan JKN dan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)”, ujar ketua panitia, Mohammad Rifky Roman MSc., Apt.
Dalam seminar nasional yang dibuka Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Subagus Wahyono M.Sc., Apt. disampaikan perjalanan karir Dr. Sampurno, MBA., Apt. sebagai mahasiswa yang aktif, kemudian menjabat sebagai Kepala Badan POM, dan kembali berkiprah di Fakultas Farmasi UGM untuk membaktikan diri membina generasi penerus yang diharapkan kompeten dan memajukan dunia farmasi Indonesia.
Pada Kesempatan yang sama, Kepala Badan POM, Dr. Roy A Sparringa, M.App.Sc hadir sebagai keynote speaker yang membawakan materi “Peran BPOM dalam pengembangan Industri Farmasi Indonesia”. Roy menjelaskan bahwa Badan POM mengawal pengembangan Industri Farmasi secara menyeluruh melalui pengawasan pre dan post market, serta menjalin kerja sama lintas sektor untuk pengawasan obat. Badan POM juga mendukung pengembangan riset dengan memfasilitasi komunikasi dan pendampingan regulasi selain terus meningkatkan kemitraan yang sinergis dengan stakeholder di bidang akademik (academic), pelaku usaha (business) dan lintas sektor terkait (government). Disamping itu Badan POM mendorong kemandirian pelaku usaha dalam memberikan jaminan keamanan obat dan peningkatan daya saing Industri Farmasi dalam era pasar bebas ASEAN.
Narasumber lainnya adalah Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., MBA dari PT. Dexa Medica yang menyampaikan materi “Prospek dan Strategi Industri Farmasi Indonesia di Era JKN dan MEA”, Irwan Hidayat dari PT. Sido Muncul dengan materi “Prospek dan Strategi Industri Herbal Indonesia di Era JKN dan MEA”, dan ditutup oleh Dr. Sampurno, MBA., Apt dengan materi “Dampak BPJS pada Kefarmasian Indonesia”.
Seminar ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari Bapak Dr. Sampurno, MBA., Apt. Dan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan sebagai bentuk terima kasih atas jasa yang telah diberikan untuk UGM. HM-18
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
