BPOM Concern Kembangkan Riset dan Siap Bekerja Sama dengan Perguruan Tinggi

18-09-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 652 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menerima audiensi dari perwakilan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Militer Universitas Pertahanan (UNHAN) RI Rabu (18/9/2024). BPOM terbuka untuk menjalin koordinasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi/perguruan tinggi. Hal ini guna menciptakan iklim yang kondusif untuk riset dan pengembangan obat dan makanan di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut Kepala BPOM RI menerima langsung tim dari Fakultas Kedokteran Militer UNHAN yang dipimpin oleh Dekan FKIK UNHAN Prihati Pujowaskito yang didampingi oleh wakil dekan, dosen, dan jajaran lainnya. Prihati Pujowaskito menjelaskan maksud dan tujuan audiensi dengan BPOM hari ini di antaranya memperkenalkan FKIK UNHAN dan pembahasan perjanjian kerja sama (PKS) dengan BPOM.

Dalam presentasinya, Prihati Pujowaskito lebih lanjut  menjelaskan bahwa UNHAN secara teknis akademik dibina oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau sekarang Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Namun, secara teknis fungsional, UNHAN dibina oleh Kementerian Pertahanan RI (Kemhan RI). 

Pendirian FKIK Militer UNHAN RI dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan profil yang berbeda dengan profil lulusan fakultas kedokteran lainnya. Selain mampu dalam penguasaan ilmu kedokteran secara umum, Para dokter militer lulusan FK Militer UNHAN RI nantinya diharapkan dapat mengisi kebutuhan dokter di lingkungan Kemhan dan TNI. Dokter militer ini juga mengisi dan bertugas pada rumah sakit lapangan sebagai antisipasi bahaya perang chemical, biological, radionuclear, and explosive (CBRNE).

Kepala BPOM RI dalam sambutannya mengutarakan bahwa kerja sama BPOM dan UNHAN yang telah tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) tahun 2022 tentang Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Obat dan Makanan agar implementasinya dapat ditingkatkan. “Salah satunya dengan PKS yang bersifat lebih teknis,” tambahnya.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, FKIK UNHAN akan mengajukan draf PKS dengan BPOM yang akan dibahas oleh kedua pihak. Draf PKS akan berisi ruang lingkup kegiatan untuk mengembangkan dan meningkatkan SDM dibidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menutup audiensi tersebut, Kepala BPOM menambahkan bahwa sinergi antara BPOM dengan profesi dokter mutlak diperlukan untuk mengedukasi masyarakat guna membangun konsumen sehat. BPOM  mendorong kontribusi dokter dalam mendukung program-program BPOM dalam menjamin obat dan makanan aman, memiliki efikasi, dan berkualitas tinggi.

“Saya berharap kedepannya dengan adanya kerja sama ini nantinya  dapat melahirkan SDM yang kompeten dan bersaing,” tutupnya. (HM-Rahman) 

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana