BPOM dan BRIN Perkuat Kolaborasi untuk Hilirisasi Riset Obat dan Makanan

10-12-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 207 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar melakukan audiensi dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko di Gedung BJ Habibie, Jakarta pada Selasa (10/12/2024). Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Utama BPOM Jayadi, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Elin Herlina, dan Sekretaris Utama BRIN Nur Tri Aries Suestiningtyas bersama jajaran eselon II dari kedua lembaga.

BPOM dan BRIN telah sepakat memperluas kerja sama strategis terutama dalam lingkup analisis kebijakan dan akselerasi hilirisasi riset di bidang obat dan makanan yang dilakukan BRIN. Hasil riset ini diharapkan akan menjadi produk yang memenuhi syarat untuk memperoleh izin edar dari BPOM.

Dukungan BPOM terhadap pengembangan produk riset, termasuk zat baru yang digunakan dalam obat dan makanan menjadi penting. Hal ini dilakukan guna memastikan kelayakan, keamanan, dan efektivitas produk yang dihasilkan. Kesepakatan lainnya yang dicapai yaitu peralihan status lahan BRIN seluas 5.897 meter persegi menjadi milik BPOM. Lahan yang berlokasi di Bogor tersebut akan digunakan untuk pembangunan unit pelaksana teknis (UPT) BPOM agar mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif bagi hilirisasi riset obat dan makanan.

“BPOM adalah mitra utama kami di BRIN. Kami akan mendukung upaya yang dilakukan BPOM dalam memperkuat pengawasannya, khususnya dalam hilirisasi berbagai riset yang berkaitan dengan produk konsumsi manusia, baik pangan maupun obat-obatan,” ungkap Kepala BRIN Laksana Tri Handoko.

Kesepakatan tersebut menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk memperkuat tata kelola riset dan pengembangan di sektor kesehatan dalam menghadapi tantangan inovasi obat dan makanan di Indonesia. Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan riset nasional yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas aspek keamanan, efektivitas, dan kualitas produk, termasuk obat-obatan, makanan, obat tradisional, kosmetik, serta suplemen kesehatan, BPOM berperan dalam sertifikasi berbagai produk hasil riset. Kami membutuhkan dukungan dari BRIN, terutama untuk memastikan standar yang benar berbasis ilmu pengetahuan sehingga kami dapat bertindak objektif sesuai dengan otoritas yang kami miliki,” tutur Taruna Ikrar.

Melalui kolaborasi yang terbangun antara BPOM dengan BRIN, diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk dikembangkan menjadi produk inovatif yang aman dan bermutu. Tak hanya itu, produk inovatif dalam negeri juga diharapkan dapat memperoleh kemudahan akses untuk dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. (HM-Rahardi)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana