BPOM dan Sarepta Therapeutics Bahas Kolaborasi Terapi Inovatif di Indonesia

06-05-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 384 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Maryland, USA – BPOM dan Sarepta Therapeutics kembali mengadakan pertemuan penting untuk membahas tindak lanjut kolaborasi keduanya dalam pengembangan ekosistem uji klinis produk terapi advanced, Senin (5/5/2025). Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan yang digelar pada April 2025 lalu. Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama jajaran bertemu dengan Wakil Presiden Sarepta Therapeutics Charles Gerrits dan Direktur Sarepta Therapeutics Allicyn Aubut. Sarepta Therapeutics adalah perusahaan bioteknologi yang fokus pada pengembangan terapi gen dan obat-obatan inovatif untuk pengobatan penyakit genetik yang langka.

Tujuan pertemuan ini untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi dalam pengembangan terapi lanjutan, khususnya terapi gen, di Indonesia. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah rencana uji klinis terapi gen di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta. Kedua belah pihak mendiskusikan berbagai dukungan yang diperlukan agar investasi dan kolaborasi ini dapat berjalan lancar dan efektif. 

Dalam sambutannya, Kepala BPOM mengungkapkan rasa terima kasih kepada Charles Gerrits dan tim Sarepta Therapeutics yang telah meluangkan waktu untuk bertemu. Taruna Ikrar menyampaikan komitmen Indonesia untuk memperluas akses terhadap terapi inovatif yang dapat membantu penyembuhan penyakit serius seperti kanker dan gangguan genetik. BPOM menegaskan pentingnya kemitraan dengan organisasi seperti Sarepta Therapeutics dalam memperkuat ekosistem uji klinis di Indonesia.

Indonesia telah mengambil langkah besar dalam memajukan regulasi dan infrastruktur untuk produk terapi lanjutan (advanced therapy medicinal products/ATMP), dengan fasilitas bersertifikat Good Manufacturing Practices (GMP). Meskipun masih terdapat tantangan dalam hal regulasi, distribusi, dan keterjangkauan, BPOM melihat ini sebagai peluang besar untuk membangun kemitraan strategis yang dapat mempercepat adopsi produk terapi advanced di Indonesia. BPOM juga mengungkapkan komitmennya dalam mendukung inovasi melalui berbagai inisiatif pelatihan dengan lembaga internasional, seperti Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia dan Duke-NUS Centre of Regulatory Excellence (CoRE) Singapura.

“Kami sangat antusias terhadap potensi kolaborasi yang produktif antara BPOM dan Sarepta Therapeutics untuk membangun pengembangan berkelanjutan bagi terapi-terapi advanced di Indonesia,” ungkap Kepala BPOM.

Selain itu, BPOM dan Sarepta Therapeutics juga membahas peluang kolaborasi jangka panjang, mengingat Indonesia memiliki populasi yang sangat beragam dan kapasitas riset yang terus berkembang. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek, dari penelitian hingga pelatihan tenaga kesehatan, untuk memastikan bahwa terapi mutakhir dapat diakses secara aman oleh masyarakat Indonesia. BPOM juga menekankan pentingnya kemitraan publik-swasta dalam memperluas infrastruktur kesehatan, seperti membangun pusat-pusat keunggulan regional untuk ATMP, guna memastikan distribusi terapi yang merata di seluruh Indonesia.

Sebagai langkah konkret awal, Wakil Presiden Sarepta Therapeutics mengungkapkan bahwa pada 19 Mei mendatang, Sarepta Therapeutics akan mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan Kepala BPOM. Dalam kunjungan tersebut, mereka akan membawa investor potensial dan para peneliti dari berbagai institusi ternama guna memperkuat kolaborasi dan mendukung perkembangan riset klinis di Indonesia.

"Kami siap membantu Indonesia menjadi negara dengan clinical trials terbaik, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga di dunia,” jelas Charles Gerrits.

Di akhir pertemuan, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan komitmennya untuk memastikan pasien di Indonesia dapat mengakses terapi inovatif dengan cara yang aman dan efisien. Kedua belah pihak menyatakan optimisme tentang potensi kolaborasi untuk pengembangan terapi lanjutan di Indonesia. Diskusi ini diharapkan dapat segera menghasilkan inisiatif-inisiatif konkret yang bermanfaat bagi pasien di Indonesia, dengan tujuan utama membawa solusi produk terapi advanced yang aman dan efektif ke seluruh penjuru tanah air. (HM-Hendriq)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana