BPOM dan TNI Bersama Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

01-10-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 2251 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Tantangan pengawasan obat dan makanan kian hari makin beragam seiring dengan  berkembangnya teknologi informasi dan jalur distribusi pasar yang melebar akibat adanya perdagangan bebas. Potensi kejahatan kemanusiaan di bidang obat dan makanan berupa pemalsuan produk, perdagangan produk ilegal, peredaran obat dan makanan yang tidak aman, dan lainnya menjadi sangat rentan terjadi. Terlebih di Indonesia yang memiliki cakupan wilayah luas dan besar memiliki peluang untuk dapat disusupi dari pintu mana saja oleh siapa saja. Melihat hal tersebut, diperlukan sebuah sinergi dan kolaborasi dari semua pihak untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Selain itu, menyadari bahwa ini merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat perhatian utama, maka BPOM dan TNI bekerja bersama, saling merangkul dan bergandengan tangan, berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan.

Kesepahaman antara BPOM dan TNI dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan dikukuhkan dalam sebuah nota perjanjian yang berlandaskan semangat untuk melindungi negeri. Kepala BPOM Penny K Lukito dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto menandatangani nota kesepahaman di Plaza Markas Besar TNI, Jumat (28/09). Nota kesepahaman bertujuan untuk melakukan optimalisasi sumber daya dan sinergisasi pengawasan obat dan makanan di seluruh wilayah Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan efektivitas sesuai fungsi dan kewenangan masing masing lembaga.

Pada acara ini hadir jajaran pimpinan dari kedua lembaga. Acara berlangsung cukup hangat dan bersahabat, setelah penandatanganan dilakukan kedua pemimpin lembaga negara tersebut memberikan sambutannya.

“Peningkatan pengawasan obat dan makanan yang sudah menjadi instruksi dari presiden bisa kita terus perkuat. Kami juga siap mendukung, apa yang bisa BPOM bantu untuk berbagai kebutuhan jajaran TNI akan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat," ungkap Penny K. Lukito dalam sambutannya. “Merupakan kebanggaan bagi kami dapat bermitra dengan TNI.” lanjutnya.

“Nota kesepahaman ini menjadi sangat penting," ujar Hadi Tjahjanto yang menyambut baik kerja sama ini. Panglima TNI menjelaskan bahwa ruang lingkup perjanjian kerja sama yang disepakati oleh BPOM dan TNI antara lain dalam hal penguatan pengawasan obat dan makanan, peningkatan kompetensi, pertukaran data dan informasi terkait pengawasan, pembinaan potensi wilayah, pemberdayaan masyarakat melalui KIE, optimalisasi peran intelijen, pemanfaatan sarana dan prasarana, dan upaya kerjasama strategis.

Dengan kerjasama ini, berbagai tantangan yang membutuhkan respon dapat dijawab tidak hanya oleh BPOM saja namun juga dengan jajaran TNI yang kuat di seluruh wilayah Indonesia. BPOM dan TNI akan semakin erat dan dekat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. (HM-Hendriq)

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana