BPOM DEKAT 2025: Momentum Hari Jamu Nasional, Permudah Regulasi dan Peluang Usaha

27-05-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 401 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta –  Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik, BPOM menyelenggarakan kegiatan BPOM DEKAT (Desk Konsultasi Terintegrasi) 2025 di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika, Jakarta (26/5/2025). Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari penuh ini menjadi wadah konsultasi langsung antara pelaku usaha dengan regulator. 

Dalam kegiatan ini, BPOM menghadirkan sebanyak 46 meja layanan konsultasi yang mencakup berbagai aspek teknis, seperti regulasi, registrasi dan notifikasi produk, iklan, layanan Surat Keterangan Impor (SKI)/Surat Keterangan Ekspor (SKE), sertifikasi, hingga denah fasilitas. Sebanyak 200 pelaku usaha, termasuk dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut serta secara tatap muka maupun daring.

“Pada kesempatan ini, kami menyediakan 46 meja layanan untuk dapat memberikan layanan kepada Bapak/Ibu yang hadir di sini dan juga yang mengikuti kegiatan secara daring. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi sangat penting mengingat besarnya peran pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam membangun industri obat bahan alam dan produk kesehatan berbasis kearifan lokal yang aman, bermutu, dan bermanfaat,” jelas Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Mohamad Kashuri.

Ia juga menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya BPOM untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, terbuka, dan solutif. Dengan pendekatan layanan yang komprehensif dan responsif, BPOM berharap kegiatan ini mampu menciptakan ekosistem industri obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik yang taat regulasi, kompetitif secara global, serta berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam memperkuat pelayanan publik yang cepat, terbuka, dan solutif. Dalam satu forum terpadu, BPOM menghadirkan berbagai bentuk layanan konsultasi yang dibutuhkan pelaku usaha, ini upaya kami dalam permudah regulasi dan membuka peluang usaha yang baik,” ujar Kashuri dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BPOM dan pelaku usaha, khususnya dalam mendukung pertumbuhan industri obat bahan alam yang aman, bermutu, dan berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi dua arah yang efektif antara regulator dan pelaku usaha, sekaligus mempercepat proses perizinan dan meningkatkan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.

“Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali informasi, menyampaikan kendala, menyelesaikan proses perizinan, serta membangun pemahaman yang lebih baik terhadap ketentuan yang berlaku. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan ketaatan, dan mendorong daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global,” pungkas Kashuri. 

Siti Istiqomah salah satu pelaku usaha yang mengikuti program BPOM DEKAT mengungkapkan sangat terbantu dengan dibukanya konsultasi secara langsung dan terintegrasi. “Kami mulai (usaha) dari nol, jadi membutuhkan bimbingan dari sisi regulasi untuk kami pelajari, sekalipun kami dapat membaca aturan, kami tetap membutuhkan pendampingan langsung dari tim BPOM dan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pendatang baru di industri ini,” ujar Siti.

Lain hal dengan Anita RD menjelaskan bahwa pihaknya berharap program BPOM DEKAT ini dapat dilakukan secara rutin untuk mendukung UMKM dalam memenuhi regulasi dan mengembangkan usaha. “Saat ini kami sedang mengembangkan produk perawatan kulit untuk anak-anak [di bawah 10 tahun], jadi konsepnya (regulasinya) harus matang dan kami berharap kegiatan ini dilakukan secara rutin per semester khusus untuk UMKM, itu bagus sekali, jadi UMKM pemula tidak bingung harus memulai usahanya dari mana,” harapnya. 

Kegiatan BPOM DEKAT 2025 juga menjadi bagian dari rangkaian Pekan Jamu 2025 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jamu Nasional, yang diperingati setiap tanggal 27 Mei. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BPOM ingin membangkitkan kembali citra jamu sebagai warisan budaya bangsa yang tidak hanya bernilai historis, tetapi juga memiliki standar keamanan dan mutu tinggi. (HM-Benny)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana