Selasa, 24 Mei 2016, Kepala BPOM, Roy Sparringa menjadi keynote speaker pada Innovation Symposium yang mengangkat tema "Adding Value to Indonesian Food Production". Simposium yang diadakan BPOM bekerja sama dengan Kedutaan Jerman, Australian Trade and Investment Commision, dan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) ini dilaksanakan untuk mendorong inovasi dan investasi pada industri pangan sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Ada 3 komponen penting dalam melakukan inovasi yaitu peneliti, investor, dan enterpreneur", ujar Roy saat memberikan keynote speech pada simposium yang juga mempunyai tujuan meningkatkan potensi dan keanekaragaman sumber bahan pangan Indonesia dan Australia. "Enterpreneur akan menarik investor baik lokal maupun internasional dan investor bersama peneliti akan membuat sistem tersebut menjadi lebih besar", jelas Roy.
"Industri pangan di Indonesia mencapai 30,8% dari total industri non migas Indonesia, sehingga berkontribusi besar dalam roda perekonomian Indonesia. Industri ini juga merupakan tujuan investasi yang paling populer di Indonesia", tegas Roy. Oleh karena itu untuk meningkatkan peran Indonesia di pasar global perlu ada nilai tambah pada produk pangan dengan tidak mengesampingkan keamanan dan kualitas produk.
Untuk melindungi masyarakat dari produk Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan, Roy menyampaikan bahwa produsen diharapkan dapat melakukan risk management, upaya-upaya preventif, dan melakukan self regulator. "Kombinasi antara paradigma baru BPOM dan kebijakan ekonomi pemerintah saat ini, diharapkan dapat menjadi terobosan untuk agenda lain yang lebih besar", kata Roy.
Simposium yang juga dihadiri oleh Matthew Durban dari Austrade, Adhi Lukman dari GAPMMI, dan Thomas Schnur sebagai Atase Pertanian Kedutaan Jerman, diharapkan dapat memperkuat inisiasi dan kerja sama untuk mencapai keberhasilan bersama. (HM-Sandhy)
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
